Juknis Pengisian Data Capaian Output Satker 2024

Juknis Pengisian Data Capaian Output Satker 2024

PENGISIAN, PELAPORAN, DAN MONITORING REALISASI KINERJA (CAPAIAN OUTPUT) SATKER

Ver. 2.0
Tahun 2024


DESKRIPSI SINGKAT

Perekaman Data Realisasi Kinerja
Satker

No.

1 Modul KOM
2 Role User OPR
3 Modul Lain yang Terkait KOM, PEM, ANG
4 Transaksi yang Tekait KOM – Perekaman Capaian Output
PEM – Realisasi
SP2D

5 Dokumen Input Data Realisasi Kinerja Satker/Capaian RO

i
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoring Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


Daftar Isi

DESKRIPSI SINGKAT ....................................................................................................................................................................... i

FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ) .................................................................................................................................... i

I. LANDASAN REGULASI .................................................................................................................................................... 2

II. RUANG LINGKUP ............................................................................................................................................................ 2

III. KEWENANGAN PEREKAMAN DATA DAN PELAPORAN ................................................................................................. 3

IV. DAFTAR ISTILAH ............................................................................................................................................................. 3

V. PROSES BISNIS PENGISIAN, PELAPORAN, DAN KONFIRMASI DATA CAPAIAN OUTPUT ............................................ 5

VI. PENGISIAN DATA CAPAIAN OUTPUT PADA APLIKASI SAKTI ......................................................................................... 6

  1. Periode Pengisian dan Kirim Data Capaian Output ................................................................................................. 6

  2. Pembukaan Akses Pelaporan Capaian Output di Luar Open Periode Reguler dan Tambahan ............................. 7

  3. Jadwal Posting Data Capaian Output ....................................................................................................................... 7

  4. Periode Pelaporan Data Capaian Output Tahun 2024............................................................................................ 8

  5. Otomasi Pengisian Data Rincian Output Cara Pelaporan Otomatis ....................................................................... 9

  6. Mekanisme Pengisian dan Koreksi/Penyesuaian Data ........................................................................................... 9

VII. PENGUKURAN DATA CAPAIAN OUTPUT ................................................................................................................ 11

  1. Pengakuan RVRO dan Pengukuran PCRO .............................................................................................................. 11

  2. Anomali Data Capaian Output ............................................................................................................................... 14

  3. Referensi Keterangan ............................................................................................................................................. 17

  4. Kriteria pengisian keterangan yang memadai ....................................................................................................... 20

  5. Validasi pada Aplikasi Sakti – Validasi By System . ................................................................................................. 20

  6. Validasi pada Aplikasi OMSPAN ............................................................................................................................. 22

VIII. PETUNJUK PENGISIAN DATA CAPAIAN OUTPUT SATKER K/L– APLIKASI SAKTI .................................................... 23

IX. MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKASI OMSPAN – LEVEL SATKER ........................................................... 26

X. MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKASI OMSPAN – LEVEL ESELON I ........................................................ 29

XI. MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKASI OMSPAN – LEVEL K/L .................................................................. 31

XII. CONTOH SURAT PERMOHONAN DISPENSASI & PERSETUJUAN ........................................................................... 34

ii
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoring Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ)

i
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoring Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS) PENGISIAN, PELAPORAN, DAN MONITORING REALISASI KINERJA (CAPAIAN OUTPUT) SATKER

I. LANDASAN REGULASI

  1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4355).

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor
103) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2018
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2018 Nomor 229).

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan

Anggaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 25, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6850).

  1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2021 tentang Pelaksanaan Sistem SAKTI

(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1307) sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 158 Tahun 2023 tentang Perubahan
Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2021 tentang Pelaksanaan Sistem
Sakti.

  1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62 Tahun 2023 tentang Perencanaan Anggaran,

Pelaksanaan Anggaran, serta Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2023 Nomor 472).

  1. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 466 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis

Pelaksanaan Pengendalian dan Pemantauan Serta Evaluasi Kinerja Anggaran Terhadap
perencanaan Anggaran.

  1. Peraturat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-5/PB/2022 tentang Petunjuk

Teknis Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Belanja Kementerian
Negara/Lembaga.

II. RUANG LINGKUP

Petunjuk Teknis ini mengatur tentang tata cara pengisian capaian output oleh Operator
Komitmen Satker pada aplikasi SAKTI, serta tata cara pelaporan dan monitoringnya pada aplikasi
OMSPAN.

2
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

III. KEWENANGAN PEREKAMAN DATA DAN PELAPORAN

  1. Pengisian data capaian output dilakukan oleh Operator Komitmen sesuai dengan

kewenangan pagu masing-masing.

  1. Pengiriman data capaian output Satker dilakukan oleh Operator PPK Umum.

IV. DAFTAR ISTILAH

Beberapa istilah yang muncul dalam Juknis ini antara lain:

  1. Rincian Output

(RO)

  1. Klasifikasi Rincian

Output (KRO)

  1. Progres Capaian

Rincian Output
(PCRO)

  1. Realisasi Volume

Rincian Output
(RVRO)

  1. Target Rincian
    Volume Rincian
    Output (TRVRO)

  2. Persentase
    Penyerapan
    Anggaran (PPA)

  3. Gap

  4. Target Rincian
    Output

  5. Rincian Output
    Prioritas Nasional

: Keluaran (output) riil yang sangat spesifik yang dihasilkan oleh unit

kerja K/L yang berfokus pada isu dan/atau lokasi tertentu serta
berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi unit kerja tersebut
dalam mendukung pencapaian sasaran kegiatan yang ditetapkan.

: Kumpulan atas output (Rincian Output) K/L yang disusun dengan

mengelompokkan atau mengklasifikasikan muatan keluaran
(output) yang sejenis/serumpun berdasarkan sektor/bidang/jenis
tertentu secara sistematis.

: Persentase yang menunjukkan tingkat penyelesaian dari berbagai

tahapan atau aktivitas yang dilakukan Satker dalam mencapai
suatu output riil/spesifik berupa barang/jasa.

: Capaian keluaran (output) riil berupa jumlah barang atau jasa yang

dihasilkan oleh Satker atas penggunaan anggarannya.

: Target keluaran (output) riil berupa jumlah barang atau jasa yang

dihasilkan oleh Satker atas penggunaan anggarannya.

: Persentase yang menunjukkan perbandingan penyerapan
terhadap pagu anggaran Satker.

: Angka yang menunjukkan selisih antara PCRO dengan PPA pada

suatu RO tertentu.

: Angka yang menunjukkan jumlah/kuantitas dari output di level RO

yang direncanakan untuk dicapai dalam satu tahun anggaran pada
DIPA.

: Selanjutnya disebut RO PN, yakni RO yang dikelola oleh Satker

Kementerian Negara/Lembaga yang termasuk dalam 7 prioritas
nasional dalam sasaran pembangunan dan arah kebijakan dalam
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022.

3
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

  1. Non Rincian Output

Prioritas Nasional

: Selanjutnya disebut non RO PN, yakni RO yang dikelola oleh Satker

Kementerian Negara/Lembaga yang tidak termasuk kategori RO
PN.

  1. RO Terkonfirmasi : Data RO yang dinilai wajar oleh sistem (by system) atau oleh

petugas berwenang sesuai dengan kriteria pengisian data yang
memadai.

  1. RO Tidak

Terkonfirmasi

: Data RO yang dinilai tidak wajar karena tidak memenuhi sejumlah

kriteria pengisian data yang memadai.

  1. Anomali kuantitatif : Data RO yang terindikasi tidak selaras pengisiannya berdasarkan

perbandingan antar komponen data yang bersifat kuantitatif
seperti PCRO, RVRO, dan PPA.

  1. Anomali

keterangan

  1. Operator PPK

Umum

: Data RO yang termasuk dalam kategori anomali kuantitatif yang

tidak disertai dengan penjelasan yang memadai. Data yang bersifat
anomali keterangan akan dikonfirmasi oleh KPPN ke Satker K/L
untuk diperbaiki.

: Operator Komitmen yang di- mapping ke user PPK Umum

  1. Polarisasi Capaian : Parameter untuk menunjukkan ekspektasi arah nilai realisasi

output (RO) terhadap targetnya berdasarkan aspek capaian.

  1. Maximize : Salah satu alternatif dalam polarisasi capaian yang
    mengindikasikan semakin tinggi realisasi output/RVRO terhadap
    target RO, semakin baik kinerjanya. Sebagian besar output
    memiliki karakteristik seperti ini.

  2. Minimize : Salah satu alternatif dalam polarisasi capaian yang
    mengindikasikan semakin rendah realisasi output/RVRO terhadap
    target RO, semakin baik kinerjanya. Contoh: bencana, perkara, dsb.

  3. Polarisasi Waktu : Parameter untuk menunjukkan ekspektasi arah nilai realisasi

output (RO) terhadap targetnya berdasarkan aspek waktu.

  1. Stabilized : Salah satu alternatif dalam polarisasi waktu yang mengindikasikan

semakin akurat output dieksekusi sesuai targetnya, semakin baik
kinerjanya. Output (RO) jenis ini merupakan RO yang sudah
terjadwal pelaksanaannya. Contoh: RO Kontraktual dengan termin,
RO penyaluran dana, RO yang memiliki penjadwalan kegiatan
rutin/operasional.

  1. Time Efficiency : Salah satu alternatif dalam polarisasi waktu yang mengindikasikan

semakin cepat output dieksekusi dibandingkan targetnya, semakin
baik kinerjanya. Contoh: Pengadaan peralatan, pengadaan
persediaan, dsb.

4
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

  1. Jenis RO Statis : Merupakan RO yang capaiannya (RVRO) tidak dapat melebihi

Target RO dalam DIPA

  1. Jenis RO Dinamis : Merupakan RO yang capaiannya (RVRO) dapat melebihi target RO

dalam DIPA

  1. Cara Pelaporan

Periodik

  1. Cara Pelaporan

Tahapan

  1. Cara Pelaporan

Otomatis

: RO dengan penerima manfaat atau target output adalah pihak

yang sama. Pemberian/pelaksanaan RO dilakukan secara berulang
dengan periode tertentu.

: RO dengan perhitungan PCRO dan RVRO dilakukan berdasarkan

bobot atas tahapan kegiatan yang sudah dilaksanakan

RO yang dapat dilakukan perhitungan otomatis untuk TPCRO dan
TRVROnya dengan memanfaatkan fitur hitung otomatis

V. PROSES BISNIS PENGISIAN, PELAPORAN, DAN KONFIRMASI DATA CAPAIAN OUTPUT

Gambar 1. Proses Bisnis Pengisian, Pelaporan, dan Konfirmasi Data Capaian Output

Proses Pelaporan Data Capaian Output oleh Satker dan Konfirmasi oleh KPPN dapat diuraikan
sebagai berikut:

  1. Operator Komitmen mengakses menu Realisasi Kinerja dan merekam data capaian output,

antara lain: (a) RVRO, (b) PCRO, dan (c) Keterangan. Pengisian data dapat dilakukan sesuai
periode pengisian yang telah ditentukan.
2. Operator PPK Umum mengirim data capaian RO ke Aplikasi OMSPAN.
3. Aplikasi OMSPAN akan melakukan posting data capaian output sesuai skedul dan melakukan

validasi untuk menentukan status konfirmasi.
4. User PDMS/MSKI memonitor data capaian output pada Modul Konfirmasi Capaian Output.

5
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


5. User PDMS/MSKI kemudian melakukan identifikasi kewajaran data, khususnya untuk data

capaian output yang Tidak Terkonfirmasi, dengan membandingkan komponen data yang
ada (Penyerapan Anggaran, RVRO, PCRO, dan Keterangan).
6. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka akan ada 2 kondisi:

6a. Seluruh data capaian output telah valid dengan status Terkonfirmasi; atau
6b. Terdapat satu atau lebih data yang belum valid dengan status Tidak Terkonfirmasi.
Dalam hal masih terdapat output yang dinilai belum valid/memadai, maka user PDMS/MSKI
mengisi catatan penolakan data dan menyampaikan pemberitahuan ke Satker untuk
melakukan perbaikan data.
Catatan: User PDMS/MSKI dapat mengubah status data capaian output yang sudah
Terkonfirmasi by system menjadi Tidak Terkonfirmasi apabila berdasarkan komponen data
yang ada, data dinilai masih tidak wajar.
7. Data capaian output yang telah melalui proses validasi akan tersimpan pada database

OMSPAN.
8. Isian dan log history pelaporan data capaian output pada OMSPAN akan menjadi basis

perhitungan IKPA Indikator Capaian Output sesuai formula perhitungan yang ditetapkan.

VI. PENGISIAN DATA CAPAIAN OUTPUT PADA APLIKASI SAKTI

  1. Periode Pengisian dan Kirim Data Capaian Output

Gambar 2. Periode Pengisian dan Kirim Data Capaian Output

Pengaturan periodisasi pengisian dan pengiriman data capaian output (open period) pada Menu
Realisasi Kinerja adalah sebagai berikut:

a. sejak awal bulan berikutnya sampai dengan hari kerja ke-5 (lima) bulan berikutnya (buka

sistem otomatis); dan
b. setelah hari kerja ke-5 bulan berikutnya sampai dengan akhir bulan berikutnya, sepanjang

telah dibuka periode pelaporan tambahan oleh KPPN pada Aplikasi OMSPAN.
c. Tombol KIRIM data hanya tersedia pada Operator PPK Umum . Tombol KIRIM hanya dapat

digunakan apabila seluruh RO telah diisi dan valid.

6
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


  1. Pembukaan Akses Pelaporan Capaian Output di Luar Open Periode Reguler dan Tambahan

Berdasarkan tren pelaporan capaian output dalam dua tahun terakhir, masih terdapat satker
yang belum menyampaikan laporan capaian output pada open Periode reguler dan tambahan.
Namun sejalan dengan mekanisme sekuensial dalam pelaporan capaian output, apabila terdapat
satu periode yang terlewat dilaporkan, Satker tidak dapat menyampaikan pelaporan capaian
output periode berikutnya. Oleh karena itu, Satker dapat mengajukan pembukaan akses
pelaporan capaian output untuk periode yang telah berlalu (di luar o pen Periode reguler dan
tambahan) melalui contact center (Hai Kemenkeu) pada tautan https://hai.kemenkeu.go.id/ .
Dalam permohonan tersebut selain menyampaikan kronologi dan latar belakang permohonan
pembukaan, satker minimal menyampaikan informasi terkait Kode BA, Unit Eselon I, Kanwil DJPb
mitra, KPPN Mitra, kode Satker, dan periode pelaporan yang hendak dibuka, seperti berikut ini:

“Sehubungan dengan periode pelaporan capaian output periode April 2024 yang telah ditutup,
mohon bantuannya untuk membuka akses pelaporan capaian output Satker 528792 untuk
periode April 2024 karena pada periode tersebut Satker masih menyelesaikan administrasi
pelaksanaan anggaran tahun 2024. Berikut informasi yang dibutuhkan untuk pembukaan akses
sebagaimana dimaksud BA ES I 01508, K16, KPPN 121.”

  1. Jadwal Posting Data Capaian Output

Proses KIRIM ulang data pada Aplikasi Sakti dapat dilakukan apabila data capaian output
sebelumnya telah diposting. Selanjutnya, data yang diposting pada Aplikasi OMSPAN akan
menjadi basis penilaian indikator Capaian Output. Jadwal posting data capaian output pada
Aplikasi Sakti ke Aplikasi OMSPAN adalah sebagai berikut:

7
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

Gambar 3. Jadwal Posting data Capaian Output

Sebagai ilustrasi, apabila Operator PPK Umum melakukan pengiriman data capaian output pada
pukul 08.37 WIB, maka data tersebut akan terposting pada aplikasi OMSPAN pada pukul 09.00
WIB. Proses Kirim ulang data hanya dapat dilakukan apabila data telah terposting, sehingga
Operator PPK Umum baru dapat melakukan kirim ulang data setelah pukul 09.00 WIB.

  1. Periode Pelaporan Data Capaian Output Tahun 2024

Pengisian dan pelaporan data capaian output tahun 2024 pada Aplikasi Sakti pertama kali dibuka
untuk data bulan Januari, Februari, dan Maret, dengan batas waktu sampai dengan 30 April
2024. Sementara untuk periode selanjutnya mengikuti ketentuan yang diatur pada bagian
sebelumnya (lihat gambar 2). Batas akhir pelaporan data capaian output tahun 2024 (open
period reguler) adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Periode Pelaporan Data Capaian Output

8

No. Data Capaian Output Bulan Batas Akhir Periode Pelaporan
Buka Sistem Pelaporan Nasional
(Open Period Reguler)
1 Jan 2024 30 Apr 2024
2 Feb 2024 30 Apr 2024
3 Mar 2024 30 Apr 2024
4 Apr 2024 8 May 2024
5 May 2024 7 Jun 2024
6 Jun 2024 5 Jul 2024
7 Jul 2024 7 Aug 2024
8 Aug 2024 6 Sep 2024
9 Sep 2024 7 Okt 2024
10 Oct 2024 7 Nov 2024
11 Nov 2024 6 Des 2024
12 Dec 2024 8 Jan 2025

Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

  1. Otomasi Pengisian Data Rincian Output Cara Pelaporan Otomatis

Aplikasi Sakti memberikan fitur HITUNG OTOMATIS untuk pengisian data RO dengan hasil
penandaan/ tagging assesment RO dengan cara pelaporan otomatis. Pengukuran untuk RO
tersebut pada dasarnya telah terstandardisasi sehingga dapat diotomasi untuk mempermudah
proses pengisian data capaian output. Otomasi pengisian data capaian output dilakukan dengan
menekan tombol HITUNG OTOMATIS.
Logika otomasi pengisian data adalah sebagai berikut:
a. Kriteria RO yang pengisian datanya dapat dilakukan secara otomatis adalah Semua RO

dengan Cara Pelaporan Otomatis
b. Apabila user menekan tombol HITUNG OTOMATIS, maka isian data pada RO tertentu (RO 1

Layanan) untuk periode tersebut akan terisi secara otomatis sebagaimana kondisi pada
Gambar 4. Isian data yang dilakukan secara terotomasi dapat diubah secara manual oleh
user.

Gambar 4. Logika Otomasi Pengisian RO Cara Pelaporan Otomatis

  1. Mekanisme Pengisian dan Koreksi/Penyesuaian Data

a. Pengisian Data Non Kumulatif

Pengisian data capaian output dilakukan dengan menginput penambahan capaian pada
bulan tersebut ( sifatnya non kumulatif) . Ilustrasi pengisian datanya adalah sebagai berikut:

Operator Komitmen akan mengisi data capaian output bulan Juli pada aplikasi SAKTI.
Berdasarkan perhitungan, PCRO kumulatif sampai dengan bulan Juli adalah 60,00% dengan
RVRO sebesar 3 dokumen. Adapun sampai dengan bulan Juni, PCRO kumulatif yang telah
tercapai adalah 50,00% dengan RCVO kumulatif 2 dokumen.

Maka, pengisian data di Menu Realisasi Kinerja Aplikasi Sakti adalah sebagai berikut:

9
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


b. Mekanisme Penyesuaian Data atas Pengisian Data Bulan Sebelumnya

Apabila pada saat periode berjalan Operator Komitmen menemukan kekeliruan dalam
pengisian data bulan-bulan yang lalu, maka penyesuaiannya dilakukan cukup pada periode
pelaporan berikutnya. Operator Komitmen tidak dapat mengubah data capaian output pada
periode sebelumnya yang telah direkam dan dilaporkan ke aplikasi OMSPAN.
Ilustrasinya adalah sebagai berikut:

    - Satker telah merekam dan melaporkan data capaian output bulan Jan s.d. April sebagai

berikut:

Periode PCRO Non
Kumulatif
PCRO
Kumulatif
Jan 5% 5%
Feb 15% 20%
Mar 10% 30%
Apr 8% 38%
    - Pada saat Operator Komitmen hendak melakukan pengisian data periode bulan Mei,

dihitung bahwa PCRO kumulatif bulan Mei sebesar 35%.

    - Operator Komitmen menemukan bahwa terdapat kesalahan pada saat melaporkan

capaian bulan Maret, yaitu PCRO non kumulatif yang seharusnya dilaporkan adalah 3%
(bukan 10%) sehingga nilai yang seharusnya dilaporkan adalah sebagai berikut:

Periode PCRO Non
Kumulatif
PCRO
Kumulatif
Jan 5% 5%
Feb 15% 20%
Mar 3% 23%
Apr 8% 31%
Mei 4% 35%
    - Atas hal tersebut, maka Operator Komitmen saat melakukan pengisian data capaian

output bulan Mei tidak dapat mengubah data capaian output bulan Maret . Operator

10
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

Komitmen cukup melakukan penyesuaian pada bulan Mei, dengan menginput PCRO
non kumulatif sebesar -3% (minus tiga persen) agar capaian kumulatifnya sebesar 35%.

Periode PCRO Non
Kumulatif
PCRO
Kumulatif
Jan 5% 5%
Feb 15% 20%
Mar 10% 30%
Apr 8% 38%
Mei -3% 35%
    - Operator Komitmen menambahkan penjelasan pada kolom keterangan yang

menjelaskan kondisi tersebut, misalnya “Penambahan PCRO bulan Mei senilai -3%
adalah penyesuaian untuk kesalahan Pengisian data bulan Maret yang seharusnya
sebesar 3% (sebelumnya diisi 10%)”.

VII. PENGUKURAN DATA CAPAIAN OUTPUT

  1. Pengakuan RVRO dan Pengukuran PCRO

Dalam pelaporan data capaian RO, akurasi data menjadi hal yang sangat penting untuk
menghasilkan data yang berkualitas dan bermanfaat, sehingga dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan Monev kinerja pelaksanaan anggaran. Akurasi data berkaitan dengan
kebenaran dan kelengkapan data. Data dapat dikategorikan sebagai data yang benar apabila
isian datanya menggambarkan kondisi riil yang terjadi. Sementara data dikategorikan lengkap
apabila seluruh komponen data telah diisi dan dilaporkan, serta mampu memberikan nilai
kemanfaatan.

Selanjutnya, dalam mengukur capaian RO, terdapat 2 prinsip utama yang harus diperhatikan
oleh Satker, antara lain:

(1) Tentukan kapan manfaat dari barang/jasa yang dihasilkan telah diterima oleh stakeholder
(RVRO)

Prinsip ini penting dalam menentukan titik tolak bagi Satker dalam mengakui suatu RO
(pengakuan RVRO). Pada dasarnya, RVRO dapat diakui pada saat manfaat RO berupa barang/jasa
dirasakan oleh stakeholder . Indikator kemanfaatan suatu RO beragam, sesuai dengan substansi
dan proses bisnisnya.

RO berupa barang (fisik) baru dapat dimanfaatkan apabila pengadaan atau pekerjaan atas
barang tersebut telah selesai dan barang dapat dimanfaatkan. Misalnya untuk RO berupa
gedung, jalan, peralatan komputer, kendaraan bermotor, dokumen, dsb.. Sementara itu, untuk
output berupa layanan, misalnya penyaluran bansos (target 10.000.000 KPM, disalurkan tiap

11
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

triwulanan), di mana manfaatnya disampaikan secara berulang dalam suatu periode tertentu,
maka RVRO-nya dapat diakui pada periode pertama manfaat dari suatu layanan diterima.

(2) Tentukan basis aktivitas untuk mengukur progres (PCRO)

Dalam mencapai suatu output riil berupa barang/jasa, Satker harus melaksanakan berbagai
aktivitas yang relevan. Tingkat penyelesaian dari berbagai aktivitas/tahapan dalam mencapai
suatu output riil tersebut terkuantifikasi pada nilai PCRO. PCRO merupakan komponen data yang
sifatnya saling melengkapi dengan data RVRO, serta dapat memberikan makna secara utuh
untuk melihat sejauh mana progres aktivitas dan ketercapaian manfaat dari suatu RO.

Pengukuran PCRO dilakukan berdasarkan basis aktivitas tertentu, misalnya mengacu pada
komponen atau aktivitas lainnya yang relevan. Dalam menghitung PCRO, Satker mengidentifikasi
bobot untuk tiap-tiap aktivitas. Bobot tersebut ditetapkan berdasarkan beberapa pertimbangan
misalnya signifikansi aktivitas tersebut terhadap pencapaian output, besaran alokasi anggaran
untuk masing-masing komponen, atau pertimbangan lainnya. Dengan demikian, Satker dapat
menghitung PCRO-nya berdasarkan aktivitas yang telah dicapai/diselesaikan sesuai bobotnya
masing-masing. Adapun input data PCRO dapat dilakukan oleh satker sampai dua angka di
belakang koma. Sebagai ilustrasi, Satker A memiliki RO berupa Pembangunan Jalan Bebas
Hambatan, dengan target sebesar 16,7 Km. Basis aktivitas dan bobotnya adalah sebagai berikut:

RO Target Basis Aktivitas
(Tahapan)
Bobot
Komponen
(%)
Pembangunan
Jalan Bebas
Hambatan
16,7 Km 1. Uang muka pekerjaan 20
Pembangunan
Jalan Bebas
Hambatan
16,7 Km 2. Pekerjaan Pembersihan 10
Pembangunan
Jalan Bebas
Hambatan
16,7 Km 3. Penggalian drainase dan
pengurugan
20
Pembangunan
Jalan Bebas
Hambatan
16,7 Km 4. Pengerasan Badan Jalan 25
Pembangunan
Jalan Bebas
Hambatan
16,7 Km 5. Pemadatan Jalan 20
Pembangunan
Jalan Bebas
Hambatan
16,7 Km 6. BAST 5
Total Bobot Total Bobot Total Bobot 100

Misalnya, pada bulan September 2024, aktivitas untuk RO tersebut sudah melewati tahap 1,2,3,
dan 4, maka PCRO kumulatifnya dapat diakui sebesar 75%.

(3) Standardisasi Karakteristik RO Berdasarkan Assesment RO

12
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

Pada tahun 2024 dilakukan pengembangan berupa assesment RO sebagai upaya menghasilkan
perspektif pengukuran dan pengakuan RO yang terstandardisasi. Terdapat tiga karakterisk dalam
assesment RO, yaitu:
a. Jenis RO statis dan dinamis,

Pada kriteria assesment RO ini, terdapat dua karakteristik RO, yaitu:

i. RO Statis, merupakan RO yang capaiannya (RVRO) tidak dapat melebihi target RO dalam

DIPA.
» Salah satu jenis RO yang memenuhi kriteria sebagai RO statis adalah RO 1 layanan yang

terdapat pada program dukungan manajemen dengan parameter kode program: WA ;
Kode KRO: Exx (Contoh: EBA) ; Target RO: 1 Layanan
» Selain itu masih banyak contoh RO lainnya yang dapat dikategorikan statis seperti RO

dengan volume-satuan berikut: 12 bulan ; 38 Provinsi ; 416 Kabupaten ; 98 Kota ; 21 PTNBH ; 1 unit bangunan ; dan lain-lain.
» Penambahan volume RO tidak dimungkinkan jika tidak terdapat kondisi tertentu seperti

pemekaran wilayah, perubahan regulasi, perubahan status layanan, perubahan organisasi,
perubahan kontrak, atau kondisi luar biasa lainnya.
» Jika terdapat kondisi tertentu sebagaimana dijelaskan sebelumnya, maka terhadap RO

tersebut perlu dilakukan revisi penyesuaian target output pada sistem informasi.
ii. RO Dinamis, merupakan RO yang capaiannya (RVRO) dapat melebihi target RO dalam DIPA.

RO yang memenuhi kriteria sebagai RO dinamis adalah apabila terhadap RO tersebut
dimungkinkan adanya extra effort yang tergambar dari realisasi volume RO yang melebihi
targetnya. Adanya extra effort tersebut dapat berlaku pada RO Standar Biaya Keluaran (SBK)
maupun Non-SBK.
b. Cara Pelaporan Otomatis, Tahapan, dan Periodik.

Pada kriteria assesment RO ini, terdapat tiga karakteristik RO, yaitu:

i. RO Otomatis, merupakan RO yang dapat dilakukan perhitungan otomatis untuk progres

maupun realisasi ROnya.
» Salah satu jenis RO yang memenuhi kriteria Cara 1 adalah RO 1 layanan yang terdapat

pada program dukungan manajemen dengan parameter kode program: WA ; Kode KRO:
Exx (Contoh: EBA) ; Target RO: 1 Layanan
» RO lain yang volumenya tetap, tidak dimungkinkan adanya fluktuasi RVRO, dan

penyampaian manfaatnya cenderung teratur serta dapat diprediksi seperti
pemeliharaan atau gaji & tunjangan
ii. RO Periodik, merupakan RO dengan penerima manfaat atau target output adalah pihak

yang sama. Pemberian/Pelaksanaan RO dilakukan secara berulang dengan periode
tertentu (bulanan/dua bulanan/triwulanan/catur wulan/semesteran) (saat ini baru sebagai
penandaan/ tagging pada sistem).
iii. RO Tahapan, Merupakan RO dengan perhitungan TPCRO dan TRVRO dilakukan

berdasarkan bobot atas tahapan kegiatan yang sudah dilaksanakan.
» Model ini digunakan untuk RO yang penyampaian manfaatnya diakui pada saat

barang/jasa tersebut telah selesai sepenuhnya.

13
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

» Pembentukan dan penyampaian manfaat RO memerlukan tahapan yang relatif panjang.
» Tahapan dapat diperhitungkan secara paralel khususnya jika volume RO tersebut lebih

dari 1 (2 unit, 4 Peraturan, 3 Kajian, dll)
c. Polarisasi Capaian dan Waktu

Pada kriteria assesment RO ini, terdapat tiga kelompok karakteristik yaitu:

i. Polarisasi Capaian, Parameter untuk menunjukkan ekspektasi arah nilai realisasi output

(RO) terhadap targetnya berdasarkan aspek capaian.Terdapat dua komponen dalam
kelompok ini, yaitu:
» Maximize, Salah satu alternatif dalam polarisasi capaian yang mengindikasikan semakin

tinggi realisasi output/RVRO terhadap target RO, semakin baik kinerjanya. Sebagian
besar output memiliki karakteristik seperti ini.
» Minimize, Salah satu alternatif dalam polarisasi capaian yang mengindikasikan semakin

rendah realisasi output/RVRO terhadap target RO, semakin baik kinerjanya. Contoh:
bencana, perkara, dsb.
ii. Polarisasi Waktu, Parameter untuk menunjukkan ekspektasi arah nilai realisasi output (RO)

terhadap targetnya berdasarkan aspek waktu.Terdapat dua komponen dalam kelompok
ini, yaitu:
» Stabilized, Salah satu alternatif dalam polarisasi waktu yang mengindikasikan semakin

akurat output dieksekusi sesuai targetnya, semakin baik kinerjanya. Output (RO) jenis
ini merupakan RO yang sudah terjadwal pelaksanaannya. Contoh: RO Kontraktual
dengan termin, RO penyaluran dana, RO yang memiliki penjadwalan kegiatan
rutin/operasional.
» Time Efficiency, Salah satu alternatif dalam polarisasi waktu yang mengindikasikan

semakin cepat output dieksekusi dibandingkan targetnya, semakin baik kinerjanya.
Contoh: Pengadaan peralatan, pengadaan persediaan, dsb.

Proses assesment RO dilaksanakan oleh masing-masing bidang perencanaan UE I K/L. Data hasil
assesment RO akan mengalir dan disajikan dalam menu realisasi kinerja Satker untuk menjadi
acuan/pedoman Satker dalam mengukur dan mengakui PCRO dan RVRO masing-masing RO serta
dapat menjadi penandaan dalam upaya memahami karakteristik pelaksanaan masing-masing RO
Satker. Adapun saat ini hasil assesment RO yang menjadi validasi pada sistem masih terbatas
hanya pada assesment untuk Jenis RO.

  1. Anomali Data Capaian Output

Anomali data capaian output (RO) dapat diidentifikasi dari ketidakwajaran data dengan
membandingkan komponen data, yakni PCRO, persentase penyerapan anggaran (PPA), RVRO,
target RO, dan keterangan. Anomali data dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yakni:

a. Anomali kuantitatif, yakni ketidakselarasan data capaian output dilihat dari data yang

bersifat kuantitaif, misalnya ketidakselarasan antara PCRO dengan PPA, PCRO dengan RVRO,
RVRO dengan target RO. Beberapa contoh anomali kuantitatif adalah sebagai berikut:

1) Anomali gap, yakni ketidakselarasan data capaian output yang ditunjukkan dengan

adanya gap (selisih) yang terlalu tinggi antara PCRO dengan PPA. Adanya gap yang cukup

14
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

tinggi menjadi salah satu indikasi ketidaktepatan dalam pengisian data capaian output.
Hal ini didasari pemikiran bahwa pada prinsipnya tingkat penyerapan anggaran
seharusnya selaras dengan tingkat penyelesaian output (RO). Semakin tinggi anggaran
yang sudah terserap, semakin banyak tahapan aktivitas yang telah dilaksanakan untuk
mencapai suatu output sehingga seharusnya berimplikasi pada progres pencapaian
output yang semakin tinggi.

Ada dua kondisi anomali gap yang umumnya terjadi dalam pengisian data capaian output,
yakni (1) gap dengan capaian kinerja yang terlalu tinggi, dan (2) gap dengan capaian
kinerja yang terlalu rendah. Batasan gap untuk output yang dinilai anomali adalah apabila
gap antara PCRO dengan PPA lebih besar dari 20% (5% untuk RO PN) atau kurang dari 20% (-5% untuk RO PN).

  • Capaian kinerja terlalu tinggi

Kondisi ini dapat diidentifikasi apabila gap antara PCRO dengan PPA (PCRO - PPA > 20%)
untuk non RO PN. Khusus untuk RO PN, anomali kuantitatif diidentifikasi apabila gap
antara PCRO dengan PPA (PCRO – PPA >5%) . Contoh:

Anomali pada Non RO PN

Uraian RO Belanja (dalam miliar) Col3 Col4 Keluaran Col6 Col7 GAP
Uraian RO Pagu Penyerapan PPA Target RVRO
(kum)
PCRO
(kum)
PCRO
(kum)
Layanan
pengembangan
hubungan
kerja
sama LN
60,1 1,5 2,49% 100 kali 0 25,00% 22,51%

Karena terdapat gap antara PCRO dengan PPA sebesar 22,51% (25,00%-2,49%), maka
output di atas diidentifikasi sebagai output anomali kuantitatif dengan capaian kinerja
terlalu tinggi.

Anomali pada RO PN

Uraian RO Belanja (dalam miliar) Col3 Col4 Keluaran Col6 Col7 GAP
Uraian RO Pagu Penyerapan PPA Target RVRO
(kum)
PCRO
(kum)
PCRO
(kum)
Sarana
pascapanen
tanaman pangan
139,4 21,3 15,27% 500
unit
120
unit
25,00% 9,73%

Karena output di atas merupakan RO PN dan gap PCRO dengan PPA lebih dari 5%, yakni
sebesar 9,73% (25,00% - 15,27%), maka output tersebut diidentifikasi sebagai output
anomali kuantitatif.

15
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

  • Capaian kinerja terlalu rendah

Kondisi ini dapat diidentifikasi apabila gap antara PCRO dengan PPA kurang dari -20%
(PCRO - PPA < -20%) untuk non RO PN . Khusus untuk RO PN, anomali kuantitatif
diidentifikasi apabila gap antara PCRO dengan PPA kurang dari -5% (PCRO – PPA <-5%) .
Contoh:

Anomali pada Non RO PN

Uraian RO Belanja (dalam miliar) Col3 Col4 Keluaran Col6 Col7 GAP
Uraian RO Pagu Penyerapan PPA Target RVRO
(kum)
PCRO
(kum)
PCRO
(kum)
Dokumen tata
beracara
10,3 8,5 82,52% 20
dokumen
5 50,00% -
32,52%

Pada output di atas, selisih antara PCRO dengan PPA adalah sebesar -32,52% (50,00% 82,52%) yang menunjukkan capaian kinerjanya jauh lebih rendah dari penyerapan
anggarannya. Gap tersebut tersebut menjadi indikasi adanya anomali kuantitatif dengan
capaian kinerja terlalu rendah.

Anomali pada RO PN

Uraian RO Belanja (dalam miliar) Col3 Col4 Keluaran Col6 Col7 GAP
Uraian RO Pagu Penyerapan PPA Target RVRO
(kum)
PCRO
(kum)
PCRO
(kum)
Laporan
Hasil
Pemeriksaan
20,0 10,0 50,00% 3 laporan 1 42,00% -
8,00%

Pada RO PN di atas, selisih antara PCRO dengan PPA adalah sebesar -8% (42,0% - 50,0%),
atau lebih kecil dari -5%, sehingga diidentifikasi sebagai anomali kuantitatif dengan
capaian kinerja terlalu rendah.

2) Anomali kuantatif lainnya

Selain anomali gap, anomali kuantitatif lainnya yang sering terjadi adalah adanya
ketidakselarasan antara PCRO dengan RVRO. Misalnya PCRO telah diisi sebesar 100%,
tapi RVRO-nya diisi 0 (nol) atau diisi lebih rendah dari target RO. Contoh:

Uraian RO Belanja (dalam miliar) Col3 Col4 Keluaran Col6 Col7 GAP
Uraian RO Pagu Penyerapan PPA Target RVRO
(kum)
PCRO
(kum)
PCRO
(kum)
Dokumen
pembahasan
anggaran
13 12 92,31% 100
keputusan
90 100,00% 7,69%

16
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

Dari contoh di atas, anomali data diidentifikasi karena meskipun gap-nya masih dalam,
namun isian RVRO tidak selaras dengan isian PCRO yang sudah diisi senilai 100%. Isian
PCRO sebesar 100% seharusnya menunjukkan ketercapaian output sesuai targetnya
sebesar 100 keputusan.

b. Anomali keterangan, yakni ketidakselarasan data capaian output yang bersifat anomali

kuantitatif dengan isian keterangan atau penjelasannya. Anomali kuantitatif mungkin saja
terjadi dan menggambarkan kondisi capaian output yang sebenarnya. Namun, RO dengan
anomali kuantitatif harus dapat dijelaskan secara memadai melalui pengisian informasi
dalam kolom isian keterangan. Sehingga output tersebut bisa dinilai benar dalam
pengisiannya (Terkonfirmasi).

  1. Referensi Keterangan

Apabila PPK mengisi data output yang bersifat anomali kuantitatif, maka dalam aplikasi akan
muncul field Referensi Keterangan . Referensi merupakan kelompok keterangan yang sudah
disediakan oleh aplikasi yang dapat berfungsi sebagai keterangan tambahan untuk menjelaskan
output yang bersifat anomali kuantitatif. Referensi digunakan untuk membantu proses validasi
data by system .

Terdapat 9 referensi yang saat ini tersedia dalam aplikasi, yakni:

Kode
Referensi
Referensi Kondisi anomali kuantitatif
01 Adanya efisiensi anggaran Capaian Kinerja Terlalu Tinggi
02 Kegiatan
sudah
dilaksanakan,
namun
pertanggungjawaban
keuangan
belum
dilakukan/masih dalam proses
Kegiatan
sudah
dilaksanakan,
namun
pertanggungjawaban
keuangan
belum
dilakukan/masih dalam proses
03 Alokasi
Anggaran
terlalu
besar/melebihi
kebutuhan
Alokasi
Anggaran
terlalu
besar/melebihi
kebutuhan
04 Tidak/belum dilakukan revisi penyesuaian target
output
Capaian Kinerja Terlalu Tinggi
+ Terlalu Rendah
05 Penilaian Progress Output dilakukan secara
periodik. Saat ini belum dilakukan penilaian
output.
Capaian Kinerja Terlalu
Rendah
06 Adanya Pembayaran Uang Muka Pekerjaan,
sementara pekerjaan belum/baru dilakukan.
Adanya Pembayaran Uang Muka Pekerjaan,
sementara pekerjaan belum/baru dilakukan.
08 Adanya pembayaran untuk tunggakan/tagihan
tahun lalu
Adanya pembayaran untuk tunggakan/tagihan
tahun lalu
07 Output telah tercapai, hanya menunggu finalisasi
laporan/serah terima.
Anomali kuantitatif Lainnya

17
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

01) Adanya efisiensi anggaran

Efisiensi anggaran menggambarkan tercapainya suatu output dengan jumlah input yang
lebih sedikit. Misalnya, pada akhir tahun, efisiensi dapat ditunjukkan dengan tingkat
penyerapan anggaran yang tidak mencapai 100% dari alokasi pagu DIPA-nya, namun
outputnya tercapai sesuai target RO. Kondisi tersebut dapat menyebabkan data isian capaian
output bersifat anomali kuantitatif, yang menunjukkan capaian kinerja terlalu tinggi. Apabila
Satker memiliki RO dengan anomali kuantitatif karena adanya efisiensi anggaran, maka user
PPK dapat memilih referensi 01 untuk menjelaskan anomali kuantitatif tersebut.
02) Kegiatan sudah dilaksanakan, namun pertanggungjawaban keuangan belum
dilakukan/masih dalam proses
Aktivitas/tahapan mungkin saja sudah dilaksanakan namun pembayaran atau
pertanggungjawaban keuangannya belum dilakukan atau masih dalam proses pembayaran
sampai dengan akhir periode pelaporan output. Hal tersebut memungkinkan terjadinya
kondisi di mana PCRO melebihi PPA karena aktivitas sudah dilaksanakan dan diperhitungkan
sebagai progres dalam mencapai output sementara penyerapan anggarannya belum
tercatat dalam sistem. Apabila Satker memiliki output anomali kuantitatif serupa dengan
kasus tersebut, maka user PPK dapat memilih referensi 02 untuk menjelaskan anomali
tersebut.
03) Alokasi anggaran terlalu besar/melebihi kebutuhan

Pada saat eksekusi anggaran belanja, alokasi anggaran yang ditetapkan dapat terlalu besar
sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan. Salah satu penyebabnya adalah perencanaan
anggaran yang cenderung bersifat top down . Alokasi yang terlalu besar karena tidak sesuai
kebutuhan ataupun tidak dikalkulasi secara matang memungkinkan terjadinya kondisi di
mana PCRO-nya kemudian melebihi PPA karena anggaran yang diserap tidak sebesar yang
dialokasikan.
Contoh, untuk RO berupa “jumlah pameran wisata yang diselenggarakan” dengan target 10
kali (frekuensi), alokasi anggarannya adalah sebesar Rp10 miliar. Pada saat pelaksanaan,
ternyata komponen biayanya tidak sebesar yang diestimasikan sebelumnya, sehingga dari
alokasi sebesar 10 miliar hanya terserap Rp7 miliar, sementara di sisi lain pameran yang
dilaksanakan bisa mencapai target 10 pameran. Untuk kasus yang serupa dengan contoh
tersebut, user PPK dapat memilih referensi 03 untuk menjelaskan anomali data kuantitatif.
04) Penilaian progres output dilakukan secara periodik. Saat ini belum dilakukan penilaian

output.
Penilaian capaian output membutuhkan pengumpulan data dan informasi yang memadai.
Proses pengumpulan data dan informasi mungkin baru dapat dilakukan pada periode
tertentu. Sehingga apabila sepanjang periode pengumpulan data tersebut telah terjadi
penyerapan anggaran yang cukup signifikan, sementara output belum selesai dihitung, maka
dapat berakibat pada munculnya gap antara PCRO dengan PPA. Dalam kasus ini, PCRO yang
dilaporkan lebih rendah dari progres riilnya maupun PPA-nya karena penilaian output belum
terupdate. User PPK dapat memilih referensi 04 untuk menjelaskan anomali data kuantitatif.

18
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

05) Adanya pembayaran uang muka pekerjaan, sementara pekerjaan belum/baru dilakukan.

Pada beberapa Satker, pembayaran uang muka pekerjaan tidak dihitung sebagai progres
pencapaian suatu output. Dalam hal demikian, maka pembayaran uang muka pekerjaan
dapat mengakibatkan gap antara PPA dengan PCRO cukup besar karena telah terjadi
pembayaran namun belum ada pengakuan atas progres outputnya. Untuk kasus tersebut,
maka user PPK dapat memilih referensi 05 untuk menjelaskan anomali data kuantitatif.
08) Adanya pembayaran untuk tunggakan/tagihan tahun lalu.

Kegiatan yang belum selesai di tahun sebelumnya dapat dibayarkan di tahun berikutnya
sesuai ketentuan yang berlaku. Pembayaran tunggakan tersebut mengakibatkan terjadinya
kenaikan PPA namun tidak disertai dengan kenaikan progres capaian, karena tidak ada
pengakuan output atas pembayaran tunggakan tahun lalu. Untuk kasus tersebut, maka PPK
dapat memilih referensi 08 untuk menjelaskan anomali data kuantitatif.
07) Output telah tercapai, hanya menunggu finalisasi laporan/serah terima.

Beberapa Satker memiliki pandangan yang berbeda dalam menentukan batasan kapan suatu
output dihitung sebagai output yang utuh atau selesai. Misalnya, output berupa
“pembangunan sarana dan prasarana pasar” terdapat pada Satker A dan Satker B di mana
masing-masing memiliki target output sebanyak 1 pasar. Pada akhir tahun, progres
penyelesaian output tersebut pada Satker A dan B adalah sama, di mana proses
pembangunannya sudah selesai namun belum diserahterimakan kepada pemda.
Atas kasus tersebut, Satker A melaporkan PCRO dan RVRO masing-masing 100% dan 1 unit
pasar, sementara Satker B melaporkan PCRO 100% namun RVRO masih 0. Satker A
beranggapan bahwa secara prinsip, sarana pasar telah selesai dibangun sehingga diakui
sebagai output sejumlah 1 unit pasar. Di sisi lain, Satker B beranggapan bahwa kewenangan
pelaksanaannya adalah adalah sampai dengan pasar tersebut siap digunakan oleh
masyarakat. Di sisi lain, proses serah terima lebih ditentukan oleh proses yang dilaksanakan
di pemda, bukan di Satker itu sendiri. Kembali kepada prinsip bahwa metode perhitungan
capaian output merupakan kewenangan masing-masing Satker, maka pengisian data output
pada kedua Satker tersebut dapat diterima, namun khusus untuk Satker B, karena
pengisiannya termasuk pada anomali data kuantitatif lainnya, maka Satker B dapat memilih
referensi 07 untuk menjelaskan anomali kuantitatif tersebut.
99) Lainnya

Referensi yang dikembangkan saat ini masih terbatas dan mungkin saja belum dapat
menangkap semua varian yang dapat menjelaskan anomali kuantitatif. Untuk itu, Satker
dapat memilih untuk menambahkan penjelasan lainnya di luar referensi 01 – 08 yakni
dengan memilih referensi “99) Lainnya”. Setelah memilih referensi 99, maka Satker dapat
menambahkan informasi pada kolom keterangan. Harap diperhatikan bahwa pengisian
keterangan agar tetap memperhatikan ketentuan pengisian keterangan yang memadai.
Contohnya penggunaan referensi 99 yang disertai dengan keterangan yang memadai adalah
sebagai berikut:
Pengisian data capaian output bulan Juli

19
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


|Col1|Pagu|Penyerapan|PPA|Target|RVRO
(kum)|PCRO
(kum)|Col8|
|---|---|---|---|---|---|---|---|
|Pembangunan
Jembatan|100|30|30%|10 km|6,4
km|70,00%|40,00%|
|Isian keterangan:
s.d. Juli, progres pembangunan jalan sudah mencapai 70% dengan aktivitas yang telah
dilalui:
1. Lelang dan penandatanganan kontrak.
2. Pembangunan jalan yang selesai sudah mencapai 6,4 meter dari target sepanjang 10
meter.
Adapun gap sebesar 40% disebabkan karena pembayaran termin II baru dijadwalkan ketika
jalan sudah terbangun sepanjang 7 km yang diproyeksikan dilakukan pada bulan Agustus.
Sampai dengan saat ini pembangunan jalan masih terkendala cuaca ekstrem, sehingga
terdapat pergeseran prakiraan progres.|Isian keterangan:
s.d. Juli, progres pembangunan jalan sudah mencapai 70% dengan aktivitas yang telah
dilalui:
1. Lelang dan penandatanganan kontrak.
2. Pembangunan jalan yang selesai sudah mencapai 6,4 meter dari target sepanjang 10
meter.
Adapun gap sebesar 40% disebabkan karena pembayaran termin II baru dijadwalkan ketika
jalan sudah terbangun sepanjang 7 km yang diproyeksikan dilakukan pada bulan Agustus.
Sampai dengan saat ini pembangunan jalan masih terkendala cuaca ekstrem, sehingga
terdapat pergeseran prakiraan progres.|Isian keterangan:
s.d. Juli, progres pembangunan jalan sudah mencapai 70% dengan aktivitas yang telah
dilalui:
1. Lelang dan penandatanganan kontrak.
2. Pembangunan jalan yang selesai sudah mencapai 6,4 meter dari target sepanjang 10
meter.
Adapun gap sebesar 40% disebabkan karena pembayaran termin II baru dijadwalkan ketika
jalan sudah terbangun sepanjang 7 km yang diproyeksikan dilakukan pada bulan Agustus.
Sampai dengan saat ini pembangunan jalan masih terkendala cuaca ekstrem, sehingga
terdapat pergeseran prakiraan progres.|Isian keterangan:
s.d. Juli, progres pembangunan jalan sudah mencapai 70% dengan aktivitas yang telah
dilalui:
1. Lelang dan penandatanganan kontrak.
2. Pembangunan jalan yang selesai sudah mencapai 6,4 meter dari target sepanjang 10
meter.
Adapun gap sebesar 40% disebabkan karena pembayaran termin II baru dijadwalkan ketika
jalan sudah terbangun sepanjang 7 km yang diproyeksikan dilakukan pada bulan Agustus.
Sampai dengan saat ini pembangunan jalan masih terkendala cuaca ekstrem, sehingga
terdapat pergeseran prakiraan progres.|Isian keterangan:
s.d. Juli, progres pembangunan jalan sudah mencapai 70% dengan aktivitas yang telah
dilalui:
1. Lelang dan penandatanganan kontrak.
2. Pembangunan jalan yang selesai sudah mencapai 6,4 meter dari target sepanjang 10
meter.
Adapun gap sebesar 40% disebabkan karena pembayaran termin II baru dijadwalkan ketika
jalan sudah terbangun sepanjang 7 km yang diproyeksikan dilakukan pada bulan Agustus.
Sampai dengan saat ini pembangunan jalan masih terkendala cuaca ekstrem, sehingga
terdapat pergeseran prakiraan progres.|Isian keterangan:
s.d. Juli, progres pembangunan jalan sudah mencapai 70% dengan aktivitas yang telah
dilalui:
1. Lelang dan penandatanganan kontrak.
2. Pembangunan jalan yang selesai sudah mencapai 6,4 meter dari target sepanjang 10
meter.
Adapun gap sebesar 40% disebabkan karena pembayaran termin II baru dijadwalkan ketika
jalan sudah terbangun sepanjang 7 km yang diproyeksikan dilakukan pada bulan Agustus.
Sampai dengan saat ini pembangunan jalan masih terkendala cuaca ekstrem, sehingga
terdapat pergeseran prakiraan progres.|Isian keterangan:
s.d. Juli, progres pembangunan jalan sudah mencapai 70% dengan aktivitas yang telah
dilalui:
1. Lelang dan penandatanganan kontrak.
2. Pembangunan jalan yang selesai sudah mencapai 6,4 meter dari target sepanjang 10
meter.
Adapun gap sebesar 40% disebabkan karena pembayaran termin II baru dijadwalkan ketika
jalan sudah terbangun sepanjang 7 km yang diproyeksikan dilakukan pada bulan Agustus.
Sampai dengan saat ini pembangunan jalan masih terkendala cuaca ekstrem, sehingga
terdapat pergeseran prakiraan progres.|Isian keterangan:
s.d. Juli, progres pembangunan jalan sudah mencapai 70% dengan aktivitas yang telah
dilalui:
1. Lelang dan penandatanganan kontrak.
2. Pembangunan jalan yang selesai sudah mencapai 6,4 meter dari target sepanjang 10
meter.
Adapun gap sebesar 40% disebabkan karena pembayaran termin II baru dijadwalkan ketika
jalan sudah terbangun sepanjang 7 km yang diproyeksikan dilakukan pada bulan Agustus.
Sampai dengan saat ini pembangunan jalan masih terkendala cuaca ekstrem, sehingga
terdapat pergeseran prakiraan progres.|

  1. Kriteria pengisian keterangan yang memadai

Kolom keterangan dapat diisi informasi tambahan yang dapat menjelaskan capaian output
periode tersebut. Data capaian output akan semakin berkualitas apabila dapat diisi dengan
informasi terkait capaian, tahapan aktivitas yang sudah dilaksanakan, permasalahan, tindak
lanjut, metode perhitungan, dan/atau penjelasan lainnya. Isian keterangan bersifat mandatory
dan wajib diisi untuk seluruh data RO. Satker dapat menyampaikan penjelasan sampai dengan
2.000 karakter pada kolom keterangan.

Terutama dalam proses validasi manual oleh KPPN, isian keterangan menjadi bagian penting
proses validasi, yakni untuk validasi data yang bersifat anomali kuantitatif yang memilih referensi
“99) Lainnya”. Kriteria minimal agar suatu keterangan dapat dinilai memadai adalah :

1) Menyampaikan informasi terkait capaian dan tahapan aktivitas yang sudah dilaksanakan
2) Menyampaikan permasalahan dan tindak lanjut
3) Menyampaikan metode perhitungan, dan/atau penjelasan substansial lainnya.

Agar data anomali kuantitatif dengan referensi “99) Lainnya” dapat diterima kewajarannya
sehingga berstatus “Terkonfirmasi”, maka kedua elemen informasi tersebut harus disajikan
dalam keterangan. Apabila isian data RO tersebut tidak menyajikan kedua elemen di atas, maka
KPPN akan akan meminta Satker untuk melakukan perbaikan data. Satker dapat memantau
status konfirmasi data capaian outputnya melalui aplikasi OMSPAN.

  1. Validasi pada Aplikasi Sakti – Validasi By System .

Validasi by system pada Aplikasi Sakti ditujukan untuk memberikan peringatan (warning) atas
pengisian data yang dinilai tidak wajar. Peringatan tersebut dapat berupa konfirmasi ulang
maupun penolakan atas data yang diinput. Pada saat user Operator Komitmen melakukan
pengisian data capaian output di aplikasi Sakti, sistem akan memberikan peringatan apabila

20
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

terdapat kondisi-kondisi pengisian data yang berpotensi tidak wajar. Peringatan tersebut dapat
berupa penolakan isian data atau peringatan untuk melanjutkan action atau tidak (tabel 2).

Tabel 2. Validasi Pengisian Data pada Aplikasi SAKTI

No Kondisi Waning box
1 Jika PCRO kumulatif nilainya
> 100%
Input Ditolak
Warning Box:
Isian data tidak valid. PCRO tidak boleh melebihi
100%
2 Jika RVRO kumulatif nilainya
melebihi target RO untuk
Jenis RO Dinamis
Input diterima
Warning Box:
Realisasi Volume RO telah melebihi Target
Rincian Output, apakah anda yakin?
3 Jika RVRO kumulatif nilainya
melebihi target RO untuk
Jenis RO Statis
Input ditolak
Warning Box:
Capaian tidak boleh melebihi target RO Dalam
DIPA.
4 Jika field KETERANGAN
kosong (tanpa isian karakter
teks atau angka)
Input Ditolak
Warning Box:
Isian data tidak valid. Kolom Keterangan harus
diisi.
5 Jika GAP >20% untuk RO
Non PN, dan GAP >5% untuk
RO PN.
Input Diterima
Warning Box:
Gap Progres Kinerja dengan Persentase Realisasi
terlalu tinggi (Capaian Kinerja Terlalu Tinggi).
Apakah anda yakin dengan isian datanya?
6 Jika GAP <-20% untuk RO
Non PN, dan GAP <-5%
untuk RO PN.
Input Diterima
Warning Box:
Gap Persentase Realisasi dengan Progres Kinerja
terlalu tinggi (Capaian Kinerja Terlalu Rendah).
Apakah anda yakin dengan isian datanya?
7 Jika terdapat RO yang belum
terisi dan user Operator PPK
Umum melakukan proses
KIRIM data.
Input Ditolak
Warning Box:
Terdapat RO yang belum diisi_(Kode Prog/Kode_
Keg/Kode KRO/Kode RO)
8 Jika terdapat RO dengan
anomali kuantitatif,
Referensi Keterangan belum
dipilih
Input Ditolak
Warning Box:
Referensi Keterangan belum dipilih.
9 Terdapat isian RVRO, tetapi
PCRO diisi 0%.
Input Ditolak
Warning Box:
Anomali Mutlak, data capaian kinerja tidak dapat
disimpan.
10 Terdapat RO yang belum
dilakukan perekaman
_assesment_RO
Input Ditolak
Warning Box:
xxx.xx.xx.xxxx.xxx.xxx-xxxx
(BA.ESI.P.K.KRO.RO-Tahun)
Belum
dilakukan
_Assesment_oleh Unit Eselon I Kementerian Anda
11 RVRO diisi minus hingga
RVRO kumulatif <0
Input Ditolak
Warning Box:
Isian data tidak valid, Realisasi Volume RO
Kumulatif Harus lebih besar dari 0

21
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

No Kondisi Waning box
12 Jika terdapat RO pada menu
Target Kinerja Satker yang
belum terisi (TRVRO/TPRCO)
atau belum diubah sesuai
target pada DIPA/Revisi DIPA
yang berlaku
Input Ditolak
Warning Box:
Target RO (Program/Kegiatan/KRO/RO) belum
diisi dengan lengkap. Mohon dapat merekam
target kinerja pada menu RUH→ Target Kinerja
Satker
13 KIRIM Data Setiap kali user PPK Umum melakukan KIRIM
data, maka akan dilakukan validasi ulang (validasi
nomor 1-12) untuk seluruh RO.
  1. Validasi pada Aplikasi OMSPAN

Proses validasi pada Aplikasi OMSPAN dilakukan dengan dua pendekatan, yakni validasi by
system maupun validasi manual. Proses validasi by system merupakan proses di mana OMSPAN
akan memberikan status data (status konfirmasi) untuk seluruh RO yang telah terposting pada
Aplikasi OMSPAN berupa status “Terkonfirmasi” atau “Tidak Terkonfirmasi”. Logika penentuan
status konfirmasi sebagaimana disajikan pada gambar 6.

Selanjutnya, proses validasi manual, yakni proses yang dilakukan oleh Seksi PDMS/MSKI (KPPN)
dilakukan oleh KPPN untuk RO yang statusnya “Tidak Terkonfirmasi”. KPPN akan mengecek isian
keterangan dan menilai apakah isiannya memadai atau tidak. Apabila isian keterangannya sudah
memadai, maka KPPN dapat melakukan approval atau mengubah status data dari Tidak
Terkonfirmasi menjadi Terkonfirmasi. Namun, apabila isian keterangan belum memadai, maka
KPPN akan melakukan konfirmasi ke Satker dan meminta Satker untuk melakukan perbaikan
data.

Gambar 5. Validasi By System dan Validasi Manual pada Aplikasi OMSPAN

22
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


VIII. PETUNJUK PENGISIAN DATA CAPAIAN OUTPUT SATKER K/L– APLIKASI SAKTI

  1. Login

Masuk dengan user Operator Komitmen.

  1. Tampilan Menu Realisasi Kinerja Satker

a. Pilih menu RUH → Realisasi Kinerja Satker
b. Layar akan menampilkan tabel dengan penjelasan sebagai berikut:

1) Parameter data: menampilkan parameter Periode, Program, Kegiatan, KRO, dan RO.

User dapat memilih parameter tertentu untuk menampilkan data RO pada Grid Data.
2) Informasi Data Kumulatif: menampilkan informasi mengenai target, satuan, RVRO,

dan capaian PCRO dan RVRO kumulatif untuk RO yang dipilih.
3) Hasil Assesment RO: menampilkan hasil assesment RO atas tiga kriteria yang

dilakukan oleh UE I K/L masing-masing Satker.
4) Informasi DIPA/Revisi DIPA: menampilkan informasi DIPA/Revisi DIPA yang berlaku

pada bulan pelaporan.

23
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


5) Form Input Data: menampilkan field data yang digunakan untuk merekam

penambahan RVRO, penambahan PCRO, bukti dokumen, Referensi, dan Keterangan.
6) Grid Data: Menampilkan data kumulatif terkait belanja (Pagu dan Realisasi), dan

capaian output (target, Satuan, PCRO, RVRO, GAP,
7) Tombol Action: menampilkan tombol untuk merekam, menyimpan, mengubah,

menghitung otomatis, dan mengirim data capaian output, serta mencetak laporan
kinerja.
3. Memilih parameter dan RO yang akan direkam

a. Klik Periode, lalu pilih bulan yang akan direkam datanya. Pengisian/perekaman data

agar dilakukan secara berurutan mulai dari bulan pertama.

b. Klik tombol Program, lalu pilih program yang tersedia.
c. Klik tombol Kegiatan, lalu pilih kegiatan yang tersedia.
d. Klik tombol Klasifikasi Rincian Output, kemudian pilih KRO.
e. Klik tombol Rincian Output, kemudian pilih RO yang akan direkam datanya.
f. Untuk memilih Rincian Output yang hendak direkam datanya, operator dapat juga

langsung memilih data RO yang terdapat pada grid data setelah memilih Periode.

  1. Hitung Data Otomatis

Fitur HITUNG OTOMATIS hanya dapat digunakan untuk RO Dukman dengan target 1
Layanan.
1) Tekan Tombol HITUNG OTOMATIS.
2) Tekan Tombol YA.
Isian data pada RO Dukman dengan target 1 Layanan akan otomatis terisi.

24
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


  1. Mengisi/merekam data capaian output

1) Setelah memilih RO, klik tombol Tambah Realisasi.

2) Lakukan pengisian data pada field :

   - Penambahan Realisasi Volume RO, diisi tambahan capaian riil yang diperoleh pada

bulan berkenaan.

   - Penambahan Progres Capaian RO, diisi tambahan progres aktivitas (persentase) yang

diperoleh pada bulan berkenaan.

   - Bukti dokumen, diisi dengan nama atau uraian dokumen yang menjadi dasar

penambahan Realisasi Volume RO dan Progres Capaian RO pada bulan berkenaan.

   - Referensi Capaian, dipilih apabila terdapat kondisi anomali kuantitatif pada saat

melakukan pengisian data. Tombol Referensi Capaian bersifat mandatory/atau harus
dipilih apabila terdapat kondisi anomali kuantitatif.
3) Setelah melakukan pengisian data, tekan tombol Simpan.
Apabila pengisian data berhasil, maka kolom Ref Capaian (Grid Data) akan terisi dengan
angka (misalnya terisi 00,01,99, dll.).
Untuk mengisi data RO lainnya, tekan tombol Refresh RO dan pilih data pada Grid Data, atau
dengan memilih ulang parameter RO. User juga dapat mengubah isian data yang telah
disimpan sebelumnya dengan menggunakan tombol UBAH REALISASI.
6. Mengirim data

25
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


1) Operator PPK Umum dapat mengirim data setelah seluruh RO telah diisi dengan menekan
tombol KIRIM.
2) Akan muncul notifikasi konfirmasi pengiriman data. Tekan tombol YA untuk melanjutkan
proses.

3) Data akan dikirim dan siap untuk diposting ke Aplikasi OMSPAN.

IX. MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKASI OMSPAN – LEVEL SATKER

Untuk mengakses Modul Konfirmasi Capaian Output, login dengan user masing-masing dan
masuk ke Aplikasi Monev PA, OMSPAN.

  1. Monitoring Kiriman Data - History pengiriman data

a. Untuk melihat histori pengiriman data, pilih menu Konfirmasi Capaian Output → Monitoring
Kiriman Data Sakti

b. Isikan parameter periode

c. Layar akan menampilkan tabel sebagai berikut.

26
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


Keterangan:

1) PERIODE: periode/bulan yang dipilih

2) TANGGAL KIRIM SAKTI: Tanggal pengiriman data capaian output dari Aplikasi Sakti.

3) CREATION DATE: Tanggal posting data capaian output pada Aplikasi OMSPAN.

4) KIRIM KE-: Frekuensi pengiriman data pada periode yang dipilih

5) JUMLAH DATA: Jumlah baris data (RO) yang dilaporkan dari Aplikasi Sakti

6) KERTAS KERJA: Tombol untuk menuju ke menu Kertas Kerja KCO

  1. Kertas Kerja KCO

a. Untuk melihat status pengiriman data capaian output pada menu Kertas Kerja KCO, pilih
menu Konfirmasi Capaian Output → Kertas Kerja KCO. Menu tersebut juga dapat diakses dari
Menu Monitoring Kiriman Data → Kertas Kerja.

b. Layar akan menampilkan tabel sebagaimana berikut:

Keterangan:

1) DIPA REVISI KE-: Status DIPA/Revisi DIPA yang berlaku di bulan pelaporan berdasarkan

data Aplikasi OMSPAN

27
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


2) JUMLAH OUTPUT DIPA: jumlah RO pada DIPA Satker yang wajib dilaporkan di OMSPAN.

KONFIRMASI CAPAIAN OUTPUT: jumlah RO yang telah dilaporkan dan divalidasi pada
OMSPAN, yang terbagi menjadi jumlah RO yang a) Terkonfirmasi, b) Tidak Terkonfirmasi,
dan c) total yang sudah dilaporkan.
3) % DATA MASUK/UPLOAD: persentase jumlah RO yang sudah dilaporkan dibandingkan

dengan jumlah RO yang wajib dilaporkan.
4) DIPA REVISI KE- SAKTI: Status DIPA/Revisi DIPA yang berlaku di bulan pelaporan yang

digunakan pada saat pengiriman laporan pada Aplikasi Sakti Satker
5) TANGGAL KIRIM PERTAMA SAKTI: tanggal pengiriman data pertama dari aplikasi Sakti
6) TERAKHIR POSTING OMSPAN: tanggal pengiriman data terakhir dari aplikasi Sakti
7) ACTION: tombol untuk masuk ke Detil Kertas Kerja Konfirmasi.
8) PERIODE UPLOAD DATA: menunjukkan informasi mengenai apakah periode upload

reguler sedang dibuka (Open) atau ditutup (Closed).
3. Detil Kertas Kerja Konfirmasi

a. Untuk melihat detil data capaian output sesuai isian data pada Aplikasi Sakti, pilih kolom
Detail pada menu Kertas Kerja Konfirmasi.
b. Layar akan menampilkan tabel sebagaimana berikut:

Keterangan:

1) BELANJA (DATA OMSPAN): menunjukkan angka a) pagu DIPA, b) Realisasi Anggaran, dan

c) % (Persentase Realisasi Anggaran).

   - Pagu DIPA bersumber dari OMSPAN.

    - Realisasi level RO bersumber dari Sakti.

   - Persentase Realisasi Anggaran merupakan realisasi kumulatif bulan berkenaan dibagi

Pagu DIPA
2) KELUARAN (DATA SAKTI) RENCANA, SATUAN, PCRO, RVRO, GAP, KODE KET: Target dan

Satuan menunjukkan target output dan satuannya sesuai DIPA, RVRO menunjukkan
capaian keluaran non kumulatif dan kumulatif, PCRO menunjukkan progres capaian non
kumulatif dan kumulatif, GAP menunjukkan selisih antara PCRO dengan persentase
penyerapan anggaran (PPA) di level RO, Kode Ket menunjukkan opsi keterangan yang
dipilih di Sakti dalam hal pengisiannya berupa output anomali kuantitatif.

   - PCRO dan RVRO bulan ini, menunjukkan penambahan capaian PCRO dan RVRO bulan

berkenaan saja

   - PCRO dan RVRO s.d. bulan ini, menunjukkan capaian PCRO dan RVRO sampai dengan

bulan berkenaan.

28
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


3) PN: menunjukkan identifikasi apakah output tersebut merupakan RO PN atau non RO PN.
4) KETERANGAN: menunjukkan isian keterangan dari SAS atas RO tertentu.
5) TERKONFIRMASI: menunjukkan status data RO hasil peninjauan by system dan/atau

manual oleh KPPN.
6) CATATAN: menyajikan catatan dari KPPN atas hasil verifikasi data capaian output.
7) TANGGAL REKAM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam perekaman data capaian output

dari aplikasi SAKTI.
8) TANGGAL KIRIM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam data capaian output dikirim dari

Aplikasi Sakti.
9) ACTION: tombol untuk melihat history catatan dari KPPN atas isian data capaian output.

X. MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKASI OMSPAN – LEVEL ESELON I

  1. Kertas Kerja KCO

a. Untuk melihat status pengiriman data capaian output Satker lingkup Eselon I pada menu
Kertas Kerja KCO, pilih menu Konfirmasi Capaian Output → Kertas Kerja KCO.

b. Pilih periode dan/atau Satker, kemudian tekan tombol Kirim

c. Layar akan menampilkan data sebagaimana berikut:

29
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


Keterangan:

1) DIPA REVISI KE- : Status DIPA/Revisi DIPA yang berlaku di bulan pelaporan berdasarkan

data Aplikasi OMSPAN
2) JUMLAH OUTPUT DIPA : jumlah RO pada DIPA Satker yang wajib dilaporkan di OMSPAN.
3) KONFIRMASI CAPAIAN OUTPUT : jumlah RO yang telah dilaporkan dan divalidasi pada

OMSPAN, yang terbagi menjadi jumlah RO yang a) Terkonfirmasi, b) Tidak Terkonfirmasi,
dan c) total yang sudah dilaporkan.
4) % DATA MASUK/UPLOAD : persentase jumlah RO yang sudah dilaporkan dibandingkan

dengan jumlah RO yang wajib dilaporkan.
5) DIPA REVISI KE- SAKTI : Status DIPA/Revisi DIPA yang berlaku di bulan pelaporan yang

digunakan pada saat pengiriman laporan pada Aplikasi Sakti Satker
6) TANGGAL KIRIM PERTAMA SAKTI : tanggal pengiriman data pertama dari aplikasi Sakti
7) TERAKHIR POSTING OMSPAN : tanggal pengiriman data terakhir dari aplikasi Sakti
8) ACTION : tombol untuk masuk ke Detil Kertas Kerja Konfirmasi.
9) PERIODE UPLOAD DATA : menunjukkan informasi mengenai apakah periode upload

reguler sedang dibuka ( Open ) atau ditutup ( Closed ).
2. Detil Kertas Kerja Konfirmasi

a. Untuk melihat detil data capaian output sesuai isian data pada Aplikasi Sakti, pilih kolom
Detail pada menu Kertas Kerja Konfirmasi.
b. Layar akan menampilkan tabel sebagaimana berikut:

Keterangan:

30
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


1) BELANJA (DATA OMSPAN): menunjukkan angka a) pagu DIPA, b) Realisasi Anggaran, dan

c) % (Persentase Realisasi Anggaran).

   - Pagu DIPA bersumber dari OMSPAN.

    - Realisasi level RO bersumber dari Sakti.

   - Persentase Realisasi Anggaran merupakan realisasi kumulatif bulan berkenaan dibagi

Pagu DIPA
2) KELUARAN (DATA SAKTI) RENCANA, SATUAN, PCRO, RVRO, GAP, KODE KET: Target dan

Satuan menunjukkan target output dan satuannya sesuai DIPA, RVRO menunjukkan
capaian keluaran non kumulatif dan kumulatif, PCRO menunjukkan progres capaian non
kumulatif dan kumulatif, GAP menunjukkan selisih antara PCRO dengan persentase
penyerapan anggaran (PPA) di level RO, Kode Ket menunjukkan opsi keterangan yang
dipilih di Sakti dalam hal pengisiannya berupa output anomali kuantitatif.

   - PCRO dan RVRO bulan ini, menunjukkan penambahan capaian PCRO dan RVRO bulan

berkenaan saja

   - PCRO dan RVRO s.d. bulan ini, menunjukkan capaian PCRO dan RVRO sampai dengan

bulan berkenaan.
3) PN: menunjukkan identifikasi apakah output tersebut merupakan RO PN atau non RO PN.
4) KETERANGAN: menunjukkan isian keterangan dari SAS atas RO tertentu.
5) TERKONFIRMASI: menunjukkan status data RO hasil peninjauan by system dan/atau

manual oleh KPPN.
6) CATATAN: menyajikan catatan dari KPPN atas hasil verifikasi data capaian output.
7) TANGGAL REKAM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam perekaman data capaian output

dari aplikasi SAKTI.
8) TANGGAL KIRIM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam data capaian output dikirim dari

Aplikasi Sakti.
9) ACTION: tombol untuk melihat history catatan dari KPPN atas isian data capaian output.

XI. MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKASI OMSPAN – LEVEL K/L

  1. Kertas Kerja KCO

a. Untuk melihat status pengiriman data capaian output Satker lingkup K/L pada menu Kertas
Kerja KCO, pilih menu Konfirmasi Capaian Output → Kertas Kerja KCO.

b. Pilih periode dan/atau Satker, kemudian tekan tombol Kirim

31
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


c. Layar akan menampilkan data sebagaimana berikut:

Keterangan:

1) DIPA REVISI KE- : Status DIPA/Revisi DIPA yang berlaku di bulan pelaporan berdasarkan

data Aplikasi OMSPAN
2) JUMLAH OUTPUT DIPA: jumlah RO pada DIPA Satker yang wajib dilaporkan di OMSPAN.
3) KONFIRMASI CAPAIAN OUTPUT: jumlah RO yang telah dilaporkan dan divalidasi pada

OMSPAN, yang terbagi menjadi jumlah RO yang a) Terkonfirmasi, b) Tidak Terkonfirmasi,
dan c) total yang sudah dilaporkan.
4) % DATA MASUK/UPLOAD: persentase jumlah RO yang sudah dilaporkan dibandingkan

dengan jumlah RO yang wajib dilaporkan.
5) DIPA REVISI KE- SAKTI: Status DIPA/Revisi DIPA yang berlaku di bulan pelaporan yang

digunakan pada saat pengiriman laporan pada Aplikasi Sakti Satker
6) TANGGAL KIRIM PERTAMA SAKTI: tanggal pengiriman data pertama dari aplikasi Sakti
7) TERAKHIR POSTING OMSPAN: tanggal pengiriman data terakhir dari aplikasi Sakti
8) ACTION: tombol untuk masuk ke Detil Kertas Kerja Konfirmasi.
9) PERIODE UPLOAD DATA : menunjukkan informasi mengenai apakah periode upload

reguler sedang dibuka ( Open ) atau ditutup ( Closed ).
2. Detil Kertas Kerja Konfirmasi

a. Untuk melihat detil data capaian output sesuai isian data pada Aplikasi Sakti, pilih kolom
Detail pada menu Kertas Kerja Konfirmasi.
b. Layar akan menampilkan tabel sebagaimana berikut:

32
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024


Keterangan:

1) BELANJA (DATA OMSPAN): menunjukkan angka a) pagu DIPA, b) Realisasi Anggaran, dan

c) % (Persentase Realisasi Anggaran).

   - Pagu DIPA bersumber dari OMSPAN.

    - Realisasi level RO bersumber dari Sakti.

   - Persentase Realisasi Anggaran merupakan realisasi kumulatif bulan berkenaan dibagi

Pagu DIPA
2) KELUARAN (DATA SAKTI) RENCANA, SATUAN, PCRO, RVRO, GAP, KODE KET: Target dan

Satuan menunjukkan target output dan satuannya sesuai DIPA, RVRO menunjukkan
capaian keluaran non kumulatif dan kumulatif, PCRO menunjukkan progres capaian non
kumulatif dan kumulatif, GAP menunjukkan selisih antara PCRO dengan persentase
penyerapan anggaran (PPA) di level RO, Kode Ket menunjukkan opsi keterangan yang
dipilih di Sakti dalam hal pengisiannya berupa output anomali kuantitatif.

   - PCRO dan RVRO bulan ini, menunjukkan penambahan capaian PCRO dan RVRO bulan

berkenaan saja

   - PCRO dan RVRO s.d. bulan ini, menunjukkan capaian PCRO dan RVRO sampai dengan

bulan berkenaan.
3) PN: menunjukkan identifikasi apakah output tersebut merupakan RO PN atau non RO PN.
4) KETERANGAN: menunjukkan isian keterangan dari SAS atas RO tertentu.
5) TERKONFIRMASI: menunjukkan status data RO hasil peninjauan by system dan/atau

manual oleh KPPN.
6) CATATAN: menyajikan catatan dari KPPN atas hasil verifikasi data capaian output.
7) TANGGAL REKAM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam perekaman data capaian output

dari aplikasi SAKTI.
8) TANGGAL KIRIM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam data capaian output dikirim dari

Aplikasi Sakti.
9) ACTION: tombol untuk melihat history catatan dari KPPN atas isian data capaian output.

33
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

XII. CONTOH SURAT PERMOHONAN DISPENSASI & PERSETUJUAN

  1. PERMOHONAN DISPENSASI BUKA PERIODE TAMBAHAN

KOP SURAT

Nomor : tanggal/bulan/tahun

Sifat :

Hal : Permohonan Buka Periode Tambahan Upload Data Capaian Output

Yth. Kepala KPPN (Nama KPPN)

Sehubungan dengan kewajiban pelaporan data capaian output Satker ………….. periode
bulan …….., tahun …….. dimohon bantuannya untuk dapat membuka periode pelaporan
tambahan pada tanggal (tanggal/bulan/tahun) sampai dengan (tanggal/bulan/tahun).

Permohonan ini kami ajukan dalam rangka perbaikan data capaian output sehingga data
yang kami laporkan ke aplikasi OMSPAN valid.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih.

Kepala ………,

NIP. ………………………………..

34
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

  1. PERSETUJUAN BUKA PERIODE TAMBAHAN

KOP SURAT

Nomor : tanggal/bulan/tahun
Sifat :
Hal : Pemberian Buka Periode Tambahan Upload Data Capaian Output

Yth. Kepala (Nama Satker)

Sehubungan dengan surat Saudara Nomor: ………………………………….. tanggal
(tanggal/bulan/tahun) hal ……………………., dengan ini diberikan tambahan waktu unggah data
capaian output periode (bulan pelaporan) mulai tanggal (tanggal/bulan/tahun) sampai dengan
tanggal (tanggal/bulan/tahun) . Satker agar segera melakukan perekaman/unggah data capaian
output pada periode yang telah ditentukan.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih.

Kepala ………,

NIP. ………………………………

35
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output – Aplikasi SAKTI Tahun 2024

;

1


Teks OCR dari Halaman Berbasis Gambar

[Teks OCR Halaman 39]

KEMENTERIAN KEUANGAN RI
DITJEN PERBENDAHARAA\