































































































































Teks OCR dari Halaman Berbasis Gambar
[Teks OCR Halaman 1]
sakti
(Petunjuk Teknis Aplikasi SAKTI)
PENGISIAN, PELAPORAN, DAN MONITORING
REALISASI KINERJA (CAPAIAN OUTPUT)
SATKER
Ver. 1.0
Tahun 2022
KEMENTERIAN KEUANGAN Ri
DITJEN PERBENDAHARAAN
[Teks OCR Halaman 2]
DESKRIPSI SINGKAT
Perekaman Data Realisasi Kinerja Satker
Modul
3 Modul Lain yang Terkait KOM, PEM, ANG
on Realisasi
Dokumen Input Data Realisasi Kinerja Satker/Capaian RO
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 3]
Daftar Isi
DESKRIPSI SINGKAT .......ccccscssesessesessessseenssssessssseenssssesscessesucssssaescsesesscseeassssesisssseessesseeissesesissssesisiseeissesesissssisisssssissesesesiesesecaeeeeees i
FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ)....ccsscescesssecessecsessessessessessesecsessessnesseesneseissseesssnieanesessissnesaneeensesessessnessessecseesecseee i
I. LANDASAN REGULAS! ..
IH. RUANG LINGKUP oo. eeecceeseeteseseeesssssesssesesssesssssressseeussssssussssssuesssnsussssnsussssnesssseesssessnsissssnsisssssesssaesissssisissssnsisesseaeees 1
Ill. = KEWENANGAN PEREKAMAN DATA DAN PELAPORAN.........csscssessesteseesessesseeseesesssseseesssssassesssesseesssssssensanssesseeseeseansaven® 1
IV. DAFTAR ISTILAH .......cscesescesesessssesessesssssessssscsesussssssussssseusseersusscsssuesssssussssesusissesussseesusosesausissesisissnsesisensisissesisisansueasaessenee 1
V. PROSES BISNIS PENGISIAN, PELAPORAN , DAN KONFIRMASI DATA CAPAIAN OUTPUT ......scscssesteetesteseeseesesseeseeseaees 3
VI. PENGISIAN DATA CAPAIAN OUTPUT PADA APLIKASI SAKTI.......sccsssesesesesseseseeeeseseeneseeeseeeseersansessassessansesnsessesneesenentens 4
1. Periode Pengisian dan Kirim Data Capaian Output ..
2. Jadwal Posting Data Capaian OUtpUt..w. i ececseceseseeeeseseecseeescseseenesesessrestsasensnsisinssisensesasensisessessasseseesinsneenseeneeeeees 5
3. Periode Pelaporan Data Capaian OUtpUt Tahun 2022 ....c.cecccccccssseesessesesesnetssestsnssesnsnssesnsnssesnssssesnsneasssaseesueassnseneeeeneatees 5
4. Otomasi Pengisian Data Rincian Output Dukungan Manajemen — Output 1 Layanan...... cesses 6
5. Mekanisme Pengisian dan Koreksi/Penyesuaian Data ........c.ccccececsecsssesteseeseesessesueesesucsussecsecuseuecueseesnesesucenseseeeeeseeeneeneaee 6
6. Penilaian IKPA Capaian OUtpUt...... eee cece cence esessesneseesessesseseseseesesseesessesisessessessesissuesessssieenseesisesensseeseseeseeneaee 8
VIL. PENGUKURAN DATA CAPAIAN OUTPUT ......csccsccesessescseerescsesncscsnenesesrsecscersissseersasensecarsnsisansesesansesasecensesicerentecaneates 9
1. Pengakuan RVRO dan Pengukuran PCRO....
2. Anomali Data Capaian OUtDUt oe eeceseeeseseesnsseesessestesessesseseeesssueseesessesscsuesiessenssesisiesneenseessesesumeessiceisaianteeseenseeteets 10
3. Referensi Keterangan .......cccsccsecssssssesssestssesesessesesssscsesusecsnsusacsenssnsssnesesesasseeusassesnsasassnsassesusaeatensasseensieenseeasansusassnseasensneeees 13
4. Kriteria pengisian keterangan yang MEMACAI...........cesscseesssessstesesessesesesnesesenesesnenesesusneseensusaesnenssesnsueatsnsssansnsneaeensneeeeeene® 16
5. Validasi pada Aplikasi Sakti — Validasi By SySt@M. ......cesceccceces ees eeseeseeeseseetesessessesseesseeseseesneesssisessetsateseseensaneenseeseeenees 19
6. Validasi pada Aplikasi OMSPAN .......ccccscssssessessssssesesnenssesrssesssuesesesvesessensnsseeseneesusaeassnsassnensneansnssesnsasaeensneasenensesanensaseneneeees 20
VIII. PETUNJUK PENGISIAN DATA CAPAIAN OUTPUT SATKER K/L APLIKASI SAKTI...
IX. MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKASI OMSPAN — LEVEL SATKER......scscssssesssseststessstssessstssesestssesssteseseeses 29
x. MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKAS] OMSPAN — LEVEL ESELON 1 ou... cece ceeeeeeeeeeeeeseeeeeeeseeseetiees 28
XI. MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKASI OMSPAN — LEVEL K/L.weescesesceseesseseeseesesseseseesueseeeneseesesesenteneeretee 30
BOX 1: Metode Pengukuran Data Capaian OUtDUt oo... eee cscs ees eeeesesees nee reeteaesensesiteneseeseeetenssassnsssestsenseessensaneeeesesee 33
BOX 2: Contoh Perhitungan dan Perekaman Capaian OUtpUt....... ccc cece eens renee eeseseeesnesiteeesesseeeeeeseeeaneeeeeeaee 37
XIl. CONTOH SURAT
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian
[Teks OCR Halaman 4]
FREQUENTLY ASKED QUESTION (FAQ)
1. Apa yang berbeda dari pengisian data capaian output tahun 2022 di aplikasi SAKTI?
Beberapa perubahan dalam pengisian data antara lain:
a. Proses Pengiriman Data. Interkoneksi data capaian output dari Aplikasi SAKTI ke Aplikasi
OMSPAN tidak lagi melalui proses penarikan data otomatis, namun melalui proses KIRIM
DATA oleh Operator PPK Umum.
b. Periode Reguler Pengisian dan Pengiriman Data. Pengisian data capaian output dapat
dilakukan sejak awal bulan berkenaan s.d. hari kerja kelima bulan berikutnya. Sementara
pengiriman data dapat dilakukan sejak tanggal 1 s.d. hari kerja kelima bulan berikutnya.
c. Penambahan fitur Otomasi Pengisian Data. Penambahan fitur pengisian data otomatis
untuk RO pada Program Dukman dengan target 1 Layanan.
| 2. Siapa yang punya kewajiban untuk MENGISI data capaian output pada aplikasi SAKTI?
Kewajiban pengisian terdapat pada Operator Komitmen Satker sesuai dengan pembagian
kewenangan pagu.
| 3. Siapa yang punya kewenangan untuk MENGIRIM data capaian output pada Aplikasi SAKTI
Operator PPK Umum
4. Saya telah melakukan proses KIRIM data, lalu memperbaiki isian data dan KIRIM ulang data
namun muncul notifikasi “CAPAIAN KINERJA BELUM BISA DIKIRIM”. Apa yang harus saya
lakukan?
Capaian Kinerja belum bisa dikirim karena data yang dikirim sebelumnya menunggu proses
posting pada Aplikasi OMSPAN. Proses posting dilakukan sesuai skedul updating data pada
aplikasi OMSPAN, yakni tiap pukul 06.00, 09.00, 12.00, 15.00, 18.00, 21.00 (WIB).
e Apabila user ingin melakukan pengiriman ulang data, dapat dilakukan setelah data diposting
pada OMSPAN.
5. Untuk pengisian data pertama kali, apakah Satker cukup mengisi data periode bulan Maret saja
atau mulai dari bulan Januari? Kapan batas akhir pengisian dan pelaporannya? Lalu untuk data
periode bulan April dan seterusnya, kapan batas akhir pengisian dan pelaporannya?
Pengisian data pertama dilakukan secara berurutan/sekuensial untuk data bulan Januari,
Februari, dan Maret 2022.
e Batas akhir pengisian data periode Januari — Maret 2022 adalah tanggal 21 April 2022.
e Pengisian data periode selanjutnya (open period reguler) adalah 5 hari kerja pertama setelah
bulan berkenaan berakhir.
Aplikasi SAKTI Tahun 2022
[Teks OCR Halaman 5]
PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS)
PENGISIAN, PELAPORAN, DAN MONITORING REALISASI KINERJA (CAPAIAN
OUTPUT) SATKER
I. LANDASAN REGULASI
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
2. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran
dan Belanja Negara jo. PP 50 Tahun 2018.
3. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 195/PMK.05/2018 tentang Monitoring dan
Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Belanja Kementerian Negara/Lembaga.
4. PMK Nomor 2/PMK.02/2021 tentang Tata Cara Pemberian Penghargaan dan/atau
Pengenaan Sanksi Atas Kinerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.
5. PMK Nomor 171/PMK.05/2021 tentang Pelaksanaan Sistem Sakti.
6. Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-5/PB/2022 tentang Petunjuk Teknis Penilaian
Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Belanja K/L.
Il. © RUANG LINGKUP
Petunjuk Teknis ini mengatur tentang tata cara pengisian capaian output oleh Operator
Komitmen Satker pada aplikasi SAKTI, serta tata cara pelaporan dan monitoringnya pada aplikasi
OMSPAN.
Il. KEWENANGAN PEREKAMAN DATA DAN PELAPORAN
1. Pengisian data capaian output dilakukan oleh Operator Komitmen sesuai dengan
kewenangan pagu masing-masing.
2. Pengiriman data capaian output Satker dilakukan oleh Operator PPK Umum.
IV. DAFTAR ISTILAH
Beberapa istilah yang muncul dalam Juknis ini antara lain:
1. Rincian Output : Keluaran (output) riil yang sangat spesifik yang dihasilkan oleh unit
(RO) kerja K/L yang berfokus pada isu dan/atau lokasi tertentu serta
berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi unit kerja tersebut
dalam mendukung pencapaian sasaran kegiatan yang ditetapkan.
2. Klasifikasi Rincian : Kumpulan atas output (Rincian Output) K/L yang disusun dengan
Output (KRO) mengelompokkan atau mengklasifikasikan muatan keluaran
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 6]
10.
11.
12.
13.
14
Progres Capaian
Rincian Output
(PCRO)
Realisasi Volume
Rincian Output
(RVRO)
Persentase
Penyerapan
Anggaran (PPA)
Gap
Target Rincian
Output
Rincian Output
Prioritas Nasional
Non Rincian Output
Prioritas Nasional
RO Terkonfirmasi
RO Tidak
Terkonfirmasi
Anomali kuantitatif
Anomali
keterangan
Operator PPK
Umum
(output) yang sejenis/serumpun berdasarkan sektor/bidang/jenis
tertentu secara sistematis.
Persentase yang menunjukkan tingkat penyelesaian dari berbagai
tahapan atau aktivitas yang dilakukan Satker dalam mencapai
suatu output riil/spesifik berupa barang/jasa.
Capaian keluaran (output) riil berupa jumlah barang atau jasa yang
dihasilkan oleh Satker atas penggunaan anggarannya.
Persentase yang menunjukkan
terhadap pagu anggaran Satker.
perbandingan penyerapan
Angka yang menunjukkan selisih antara PCRO dengan PPA pada
suatu RO tertentu.
Angka yang menunjukkan jumlah/kuantitas dari output di level RO
yang direncanakan untuk dicapai dalam satu tahun anggaran pada
DIPA.
Selanjutnya disebut RO PN, yakni RO yang dikelola oleh Satker
Kementerian Negara/Lembaga yang termasuk dalam 7 prioritas
nasional dalam sasaran pembangunan dan arah kebijakan dalam
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022.
Selanjutnya disebut non RO PN, yakni RO yang dikelola oleh Satker
Kementerian Negara/Lembaga yang tidak termasuk kategori RO
PN.
Data RO yang dinilai wajar oleh sistem (by system) atau oleh
petugas berwenang sesuai dengan kriteria pengisian data yang
memadai.
Data RO yang dinilai tidak wajar karena tidak memenuhi sejumlah
riteria pengisian data yang memadai.
Data RO yang terindikasi tidak selaras pengisiannya berdasarkan
perbandingan antar komponen data yang bersifat kuantitatif
seperti PCRO, RVRO, dan PPA.
Data RO yang termasuk dalam kategori anomali kuantitatif yang
idak disertai dengan penjelasan yang memadai. Data yang bersifat
anomali keterangan akan dikonfirmasi oleh KPPN ke Satker K/L
untuk diperbaiki.
Operator Komitmen yang di-mapping ke user PPK Umum
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 7]
V. — PROSES BISNIS PENGISIAN, PELAPORAN , DAN KONFIRMASI DATA CAPAIAN OUTPUT
Gambar 1. Proses Bisnis Pengisian, Pelaporan, dan Konfirmasi Data Capaian Output
Satker:
Operator Aplikasi SAKTI
Komitmen Permintaan konfirmasi/koreksi
sepanjang Open Period Reguler
Mengirim pemberitahuan
perbaikan data ke Satker
Ap M SPAN
KEEN: M d M lisis data RO
lemonitor data jlenganalisis data +
PoMs/ ROpads |——y yang Tidak pack
MSKI OMSPAN. Terkonfirmasi ata KPA
a
Approval
Proses Pelaporan Data Capaian Output oleh Satker dan Konfirmasi oleh KPP
Capaian
Output
Database
OM SPAN
N dapat diuraikan
sebagai berikut:
1. Operator Komitmen mengakses menu Realisasi Kinerja dan merekam data capaian output,
antara lain: (a) RVRO, (b) PCRO, dan (c) Keterangan. Pengisian data dapat dilakukan sesuai
periode pengisian yang telah ditentukan.
2. Operator PPK Umum mengirim data capaian RO ke Aplikasi OMSPAN.
3. Aplikasi OMSPAN akan melakukan posting data capaian output sesuai skedul dan melakukan
validasi untuk menentukan status konfirmasi.
4. User PDMS/MSKI memonitor data capaian output pada Modul Konfirmasi Capaian Output.
User PDMS/MSKI kemudian melakukan identifikasi kewajaran data, knususnya untuk data
capaian output yang Tidak Terkonfirmasi, dengan membandingkan komponen data yang
ada (Penyerapan Anggaran, RVRO, PCRO, dan Keterangan).
6. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka akan ada 2 kondisi:
6a. Seluruh data capaian output telah valid dengan status Terkonfirmasi; atau
6b. Terdapat satu atau lebih data yang belum valid dengan status Tidak Terkonfirmasi.
Dalam hal masih terdapat output yang dinilai belum valid/memadai, maka user
PDMS/MSKI mengisi catatan penolakan data dan menyampaikan pemberitahuan ke Satker
untuk melakukan perbaikan data.
Catatan: User PDMS/MSKI dapat mengubah status data capaian output yang sudah
Terkonfirmasi by system menjadi Tidak Terkonfirmasi apabila data dinilai masih tidak
wajar.
7. Data capaian output yang telah melalui proses validasi akan tersimpan pada database
OMSPAN.
8. Isian dan log history pelaporan data capaian output pada OMSPAN akan menjadi basis
perhitungan IKPA Indikator Capaian Output sesuai formula perhitungan yang ditetapkan.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 8]
VI. PENGISIAN DATA CAPAIAN OUTPUT PADA APLIKASI SAKTI
1. Periode Pengisian dan Kirim Data Capaian Output
Gambar 2. Periode Pengisian dan Kirim Data Capaian Output
Ilustrasi: penginputan data caput 00" Vie. 2022
* Pengisian data capaian output
* Form Input data aktif
* Pengisian data capaian output Apabila diberikan open period
“orm impute aki tambahan ooh KPPN
Pengiriman data capaian output
{tombol KIRIM aktif)
Apabila diberikan open period
tambahan oleh KPPN
Pengiriman data
ca aa output
5 hari kerja pertama
Pengaturan periodisasi pengisian dan pengiriman data capaian output (open period) pada Menu
Realisasi Kinerja adalah sebagai berikut:
a. Pengisian data capaian output dapat dilakukan:
1) sejak awal bulan sampai dengan hari kerja ke-5 (lima) bulan berikutnya (buka sistem
otomatis); dan
2) setelah hari kerja ke-5 bulan berikutnya sampai dengan akhir bulan berikutnya, sepanjang
telah dibuka periode pelaporan tambahan oleh KPPN pada Aplikasi OMSPAN.
Pengisian data capaian output baru dapat dilakukan apabila data periode sebelumnya telah
diinput.
b. Pengiriman data capaian output dapat dilakukan:
1) sejak awal bulan berikutnya sampai dengan hari kerja ke-5 bulan berikutnya; dan
2) setelah hari kerja ke-5 bulan berikutnya sampai dengan akhir bulan berikutnya, sepanjang
telah dibuka periode pelaporan tambahan oleh KPPN pada Aplikasi OMSPAN.
Pengiriman data capaian output dapat dilakukan apabila data periode sebelumnya telah
dikirim.
c. Tombol KIRIM data hanya tersedia pada Operator PPK Umum. Tombol KIRIM aktif apabila
seluruh RO telah diisi dan valid.
PENTING!!!
s_l¢ ~~ Kecualidiatur lain, open period tambahan hanya dapat diberikan s.d. akhir
- = bulan berikutnya. Misalnya, untuk pelaporan data bulan Juni 2022 yang
dilakukan pada bulan Juli 2022, maka open period tambahan dapat
diberikan s.d. 31 Juli 2022.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 9]
- Jadwal Posting Data Capaian Output
Proses KIRIM ulang data pada Aplikasi Sakti dapat dilakukan apabila data capaian output
sebelumnya telah diposting. Selanjutnya, data yang diposting pada Aplikasi OMSPAN akan
menjadi basis penilaian indikator Capaian Output. Jadwal posting data capaian output pada
Aplikasi Sakti ke Aplikasi OMSPAN adalah sebagai berikut:
Gambar 3. Jadwal Posting data Capaian Output
Update Capaian Output -
Menu IKPA OMSPAN
Posting Capaian Output —
Menu KCO OMSPAN
\
,
f \
t t
' '
i i
21.01 s.d. 06.00 WIB i. 06.00 WIB - 07.00 WIB
1
06.01 s.d. 09.00 WIB i. 09.00 WIB i . 10.00 WIB
' 1
09.01 s.d. 11.00 WIB I 12.00 WIB i : 13.00 WIB
1 1
11.01s.d.14.00WIB | * 15.00 WIB 4 . 16.00 WIB
1
14.01 s.d. 18.00 WIB e 18.00 WIB i - 19.00 WIB
1
18.01 s.d. 21.00 WIB i 21.00 WIB - 22.00 WIB
‘ 4
Sebagai ilustrasi, apabila Operator PPK Umum melakukan pengiriman data capaian output pada
pukul 08.12 WIB, maka data tersebut akan terposting pada aplikasi OMSPAN pada pukul 09.00
WIB. Proses Kirim ulang data hanya dapat dilakukan apabila data telah terposting, sehingga
Operator PPK Umum baru dapat melakukan kirim ulang data setelah pukul 09.00 WIB.
Selanjutnya, untuk data capaian output yang telah terposting di OWSPAN pada pukul 09.00 WIB
akan mengupadate nilai IKPA Capaian Output di pukul 10.00 WIB.- Periode Pelaporan Data Capaian Output Tahun 2022
Pengisian dan pelaporan data capaian output tahun 2022 pada Aplikasi Sakti pertama kali dibuka
untuk data bulan Januari, Februari, dan Maret, dengan batas waktu sampai dengan 21 April- Sementara untuk periode selanjutnya mengikuti ketentuan yang diatur pada bagian
sebelumnya (lihat gambar 2). Batas akhir pelaporan data capaian output tahun 2022 (open
period reguler) adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Periode Pelaporan Data Capaian Output
Batas Akhir Periode Pelaporan
No. Data Capaian Output Bulan Buka Sistem Pelaporan Nasional
(Open Period Reguler)
1 Jan 2022 21 Apr 2022
2 Feb 2022 21 Apr 2022
3 Mar 2022 21 Apr 2022
4 Apr 2022 10 May 2022
5 May 2022 8 Jun 2022
6 Jun 2022 7 Jul 2022
7 Jul 2022 5 Aug 2022
8 Aug 2022 7 Sep 2022
9 Sep 2022 7 Okt 2022
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 10]
10 Oct 2022 7 Nov 2022
11 Nov 2022 7 Des 2022
12 Dec 2022 6 Jan 2023
4. Otomasi Pengisian Data Rincian Output Dukungan Manajemen — Output 1 Layanan
Aplikasi Sakti memberikan fitur HITUNG OTOMATIS untuk pengisian data RO Dukungan
Manajemen dengan target 1 Layanan. Pengukuran untuk RO tersebut pada dasarnya telah
terstandardisasi sehingga dapat diotomasi untuk mempermudah proses pengisian data capaian
output. Otomasi pengisian data capaian output dilakukan dengan menekan tombol HITUNG
OTOMATIS.
Logika otomasi pengisian data adalah sebagai berikut:
a. Kriteria RO yang pengisian datanya dapat dilakukan secara otomatis adalah RO 1 Layanan
yang terdapat pada Program Dukungan Manajemen:
- Kode Program: WA
- Kode KRO: Exx
- Target Output: 1 Layanan (Satuan dapat tertulis “Layanan” atau “layanan”)
b. Apabila user menekan tombol HITUNG OTOMATIS, maka isian data pada RO tertentu (RO 1
Layanan) untuk periode tersebut akan terisi secara otomatis sebagaimana kondisi pada
Gambar 4. Isian data yang dilakukan secara terotomasi dapat diubah secara manual oleh
user.
Gambar 4. Logika Otomasi Pengisian RO Dukungan Manajemen (Target 1 Layanan)
Otomasi Pengisian Data
ia ea an
PCRO setiap bulan terisi senilai 1/12 > 8,33%
{non Kumulatif}
RVRO Bulan Januari terisi 1, bulan berikutnya 0.
(non Kumulatif}
Referensi * __Apabila GAP >20%, atau >5% (PN): referensi 02 (kegiatan
Keterangan sudah dilaksanakan, namun pertanggungjawaban dalam
proses)
Apabila GAP <-20%, atau <-5% (PN): referensi 05 (belum
ditakukan penilaian output)
Keterangan —“Progres capaian dihitung secara proporsional sesuai dengan
bulan yang sudoh dilalui”
5. Mekanisme Pengisian dan Koreksi/Penyesuaian Data
a. Pengisian Data Non Kumulatif
Pengisian data capaian output dilakukan dengan menginput penambahan capaian pada
bulan tersebut (sifatnya non kumulatif). llustrasi pengisian datanya adalah sebagai berikut:
Operator Komitmen akan mengisi data capaian output bulan Juli pada aplikasi SAKTI.
Berdasarkan perhitungan, PCRO kumulatif sampai dengan bulan Juli adalah 60,00% dengan
RVRO sebesar 3 dokumen. Adapun sampai dengan bulan Juni, PCRO kumulatif yang telah
tercapai adalah 50,00% dengan RCVO kumulatif 2 dokumen.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 11]
Maka, pengisian data di Menu Realisasi Kinerja Aplikasi Sakti adalah sebagai berikut:
RO berupa dokumen ai -
t \
Capaian s.d. bulan Juni Capaian s.d. bulan Juli ; Yang diinput bulan Juli |
i> > i |
= 1 (3-2dokumen) |
2 dokumen 3 dokumen ; 1 dokumen ’
I 150,00% > 60,00% | 10,00% (60%-50%) |
\ i
Berapa Angka yang diinput ae ee in
pada aplikasi SAKTI??
b. Mekanisme Penyesuaian Data atas Pengisian Data Bulan Sebelumnya
Apabila pada saat periode berjalan Operator Komitmen menemukan kekeliruan dalam
pengisian data bulan-bulan yang lalu, maka penyesuaiannya dilakukan cukup pada periode
pelaporan berikutnya. Operator Komitmen tidak dapat mengubah data capaian output pada
periode sebelumnya yang telah direkam dan dilaporkan ke aplikasi OMSPAN.
llustrasinya adalah sebagai berikut:
- Satker telah merekam dan melaporkan data capaian output bulan Jan s.d. April sebagai
berikut:
Periode PCRO Non PCRO
Kumulatif Kumulatif
Jan 5% 5%
Feb 15% 20%
Mar 10% 30%
Apr 8% 38%
- Pada saat Operator Komitmen hendak melakukan pengisian data periode bulan Mei,
dihitung bahwa PCRO kumulatif bulan Mei sebesar 35%.
- Operator Komitmen menemukan bahwa terdapat kesalahan pada saat melaporkan
capaian bulan Maret, yaitu PCRO non kumulatif yang seharusnya dilaporkan adalah 3%
(bukan 10%) sehingga nilai yang seharusnya dilaporkan adalah sebagai berikut:
Periode PCRO Non PCRO
Kumulatif Kumulatif
Jan 5% 5%
Feb 15% 20%
Mar 3% 23%
Apr 8% 31%
Mei A% 35%
- Atas hal tersebut, maka Operator Komitmen saat melakukan pengisian data capaian
output bulan Mei tidak dapat mengubah data capaian output bulan Maret. Operator
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 12]
Komitmen cukup melakukan penyesuaian pada bulan Mei, dengan menginput PCRO
non kumulatif sebesar -3% (minus tiga persen) agar capaian kumulatifnya sebesar 35%.
Periode PCRO Non PCRO
Kumulatif Kumulatif
Jan 5% 5%
Feb 15% 20%
Mar 10% 30%
Apr 8% 38%
Mei -3% 35%
- Operator Komitmen menambahkan penjelasan pada kolom keterangan yang
menjelaskan kondisi tersebut, misalnya “Penambahan PCRO bulan Mei senilai -3%
adalah penyesuaian untuk kesalahan Pengisian data bulan Maret yang seharusnya
sebesar 3% (sebelumnya diisi 10%)”.
6. Penilaian IKPA Capaian Output
Sesuai dengan Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-5/PB/2022, penilaian indikator Capaian
Output dihitung berdasarkan 2 komponen penilaian, yakni komponen (1) Ketepatan Waktu
(bobot 30%), dan (2) Capaian RO (bobot 70%). Ketentuan perhitungannya adalah sebagai berikut:
a. Nilai Kinerja Komponen Ketepatan Waktu:
1) Dihitung berdasarkan jumlah poin yang diperoleh dari ketepatan waktu penyampaian
data capaian output paling lambat 5 hari kerja pada bulan berikutnya.
2) Poin yang diberikan untuk setiap RO yang dilaporkan tepat waktu adalah sebesar 100
(seratus).
3) Poin yang diberikan untuk setiap RO yang dilaporkan terlambat adalah sebesar 0 (nol).
b. Nilai Kinerja Komponen Capaian RO dihitung dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Dihitung berdasarkan rasio antara capaian atau realisasi RO terhadap target capaian
RO.
2) Ketentuan target capaian RO adalah sebagai berikut:
a) Target capaian RO triwulan | sampai dengan triwulan Ill berdasarkan target PCRO
yang diproksikan sama dengan target penyerapan anggaran triwulanan.
b) Target capaian RO triwulan IV sebesar target RO dalam DIPA.
c) Apabila dalam triwulan | sampai dengan triwulan II| PCRO yang dilaporkan bernilai
100, maka target yang digunakan adalah target RO dalam DIPA.
3) Terhadap capaian RO yang melebihi target, maka nilai kinerja Capaian Output diberikan
maksimal sebesar 100 (seratus).
4) RO yang dihitung nilai kinerjanya adalah RO dengan status Terkonfirmasi.
Penentuan formula untuk Nilai Kinerja Komponen Capaian RO adalah sebagai berikut:
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 13]
Gambar 5. Kerangka Logika Penentuan Formula untuk Nilai Kinerja
Komponen Capaian RO
Terkonfirmasi?=
ya
Periode bulan Le Ya
Desember?
tidak
ya
PCRO 100% ele tile lta
tidak
VII. | PENGUKURAN DATA CAPAIAN OUTPUT
1. Pengakuan RVRO dan Pengukuran PCRO
Dalam pelaporan data capaian RO, akurasi data menjadi hal yang sangat penting untuk
menghasilkan data yang berkualitas dan bermanfaat, sehingga dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan Monev kinerja pelaksanaan anggaran. Akurasi data berkaitan dengan
kebenaran dan kelengkapan data. Data dapat dikategorikan sebagai data yang benar apabila
isian datanya menggambarkan kondisi riil yang terjadi. Sementara data dikategorikan lengkap
apabila seluruh komponen data telah diisi dan dilaporkan, serta mampu memberikan nilai
kemanfaatan.
Selanjutnya, dalam mengukur capaian RO, terdapat 2 prinsip utama yang harus diperhatikan
oleh Satker, antara lain:
(1) Tentukan kapan manfaat dari barang/jasa yang dihasilkan telah diterima oleh stakeholder
(RVRO)
Prinsip ini penting dalam menentukan titik tolak bagi Satker dalam mengakui suatu RO
(pengakuan RVRO). Pada dasarnya, RVRO dapat diakui pada saat RO berupa barang/jasa dapat
dimanfaatkan oleh stakeholder. Indikator kemanfaatan suatu RO beragam, sesuai dengan
substansi dan proses bisnisnya.
RO berupa barang (fisik) baru dapat dimanfaatkan apabila pengadaan atau pekerjaan atas
barang tersebut telah selesai dan barang dapat dimanfaatkan. Misalnya untuk RO berupa
gedung, jalan, peralatan komputer, kendaraan bermotor, dokumen, dsb.. Sementara itu, untuk
output berupa layanan, misalnya Layanan Angkutan Laut Perintis (target 1 layanan), atau
penyaluran bansos (target 10.000.000 KPM, disalurkan tiap triwulanan), di mana manfaatnya
disampaikan secara berulang dalam suatu periode tertentu, maka RVRO-nya dapat diakui pada
periode pertama manfaat dari suatu layanan diterima.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 14]
PERHATIAN |!!!
RVRO hendaknya diisi dengan satu satuan utuh, misalnya:
- RO dengan target 5 bangunan dapat diisi sebesar 3 bangunan, bukan 3,5 bangunan
- RO dengan target 100 orang dapat diisi sebesar 50 orang, bukan 10,5 orang
(2) Tentukan basis aktivitas untuk mengukur progres (PCRO)
Dalam mencapai suatu output riil berupa barang/jasa, Satker harus melaksanakan berbagai
aktivitas yang relevan. Tingkat penyelesaian dari berbagai aktivitas/tahapan dalam mencapai
suatu output riil tersebut terkuantifikasi pada nilai PCRO. PCRO merupakan komponen data yang
sifatnya saling melengkapi dengan data RVRO, serta dapat memberikan makna secara utuh
untuk melihat sejauh mana progres aktivitas dan ketercapaian manfaat dari suatu RO.
Pengukuran PCRO dilakukan berdasarkan basis aktivitas tertentu, misalnya mengacu pada
komponen atau aktivitas lainnya yang relevan. Dalam menghitung PCRO, Satker mengidentifikasi
bobot untuk tiap-tiap aktivitas. Bobot tersebut ditetapkan berdasarkan beberapa pertimbangan
misalnya signifikansi aktivitas tersebut terhadap pencapaian output, besaran alokasi anggaran
untuk masing-masing komponen, atau pertimbangan lainnya. Dengan demikian, Satker dapat
menghitung PCRO-nya berdasarkan aktivitas yang telah dicapai/diselesaikan sesuai bobotnya
masing-masing. Sebagai ilustrasi, Satker A memiliki RO berupa Pembangunan Jalan Bebas
Hambatan, dengan target sebesar 16,7 Km. Basis aktivitas dan bobotnya adalah sebagai berikut:
Basis Aktivitas Bobot
RO Target cover Komponen
(%)
Pembangunan 16,7 Km 1. Uang muka pekerjaan 20
Jalan Bebas 2. Pekerjaan Pembersihan 10
Hambatan 3. Penggalian drainase dan 20
pengurugan
4. Pengerasan Badan Jalan 25
5. Pemadatan Jalan 20
6. BAST 5
Total Bobot 100
Misalnya, pada bulan September 2022, aktivitas untuk RO tersebut sudah melewati tahap 1,2,3,
dan 4, maka PCRO kumulatifnya dapat diakui sebesar 75%.
2. Anomali Data Capaian Output
Anomali data capaian output (RO) dapat diidentifikasi dari ketidakwajaran data dengan
membandingkan komponen data, yakni PCRO, persentase penyerapan anggaran (PPA), RVRO,
target RO, dan keterangan. Anomali data dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yakni:
a. Anomali kuantitatif, yakni ketidakselarasan data capaian output dilihat dari data yang bersifat
kuantitaif, misalnya ketidakselarasan antara PCRO dengan PPA, PCRO dengan RVRO, RVRO
dengan target RO. Beberapa contoh anomali kuantitatif adalah sebagai berikut:
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 15]
1) Anomali gap, yakni ketidakselarasan data capaian output yang ditunjukkan dengan
adanya gap (selisih) yang terlalu tinggi antara PCRO dengan PPA. Adanya gap yang cukup
tinggi menjadi salah satu indikasi ketidaktepatan dalam pengisian data capaian output.
Hal ini didasari pemikiran bahwa pada prinsipnya tingkat penyerapan anggaran
seharusnya selaras dengan tingkat penyelesaian output (RO). Semakin tinggi anggaran
yang sudah terserap, semakin banyak tahapan aktivitas yang telah dilaksanakan untuk
mencapai suatu output sehingga seharusnya berimplikasi pada progres pencapaian
output yang semakin tinggi.
Ada dua kondisi anomali gap yang umumnya terjadi dalam pengisian data capaian output,
yakni (1) gap dengan capaian kinerja yang terlalu tinggi, dan (2) gap dengan capaian
kinerja yang terlalu rendah. Batasan gap untuk output yang dinilai anomali adalah apabila
gap antara PCRO dengan PPA lebih besar dari 20% (5% untuk RO strategis) atau kurang
dari -20% (-5% untuk RO strategis).
¢ Capaian kinerja terlalu tinggi
Kondisi ini dapat diidentifikasi apabila gap antara PCRO dengan PPA (PCRO - PPA > 20%)
untuk non RO PN. Khusus untuk RO PN, anomali kuantitatif diidentifikasi apabila gap
antara PCRO dengan PPA (PCRO — PPA >5%). Contoh:
Anomali pada Non RO PN
Belanja (dalam miliar) Keluaran
Uraian RO Pagu | Penyerapan | PPA Target | RVRO | PCRO GAP
(kum) | (um)
Layanan
engembangan
pene 6" | 60,1 15 | 2,49%| 100kali| 0 | 25,00% | 22,51%
hubungan _ kerja
sama LN
arena terdapat gap antara PCRO dengan PPA sebesar 22,51% (25,00%-2,49%), maka
output di atas diidentifikasi sebagai output anomali kuantitatif dengan capaian kinerja
terlalu tinggi.
Anomali pada RO PN
Belanja (dalam miliar) eluaran
Uraian RO Pagu | Penyerapan | PPA Target | RVRO | PCRO GAP
(kum) | (kum)
Sarana
500 120
pascapanen 139,4 21,3 15,27% . . 25,00% | 9,73%
unit unit
tanaman pangan
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 16]
Karena output di atas merupakan RO PN dan gap PCRO dengan PPA lebih dari 5%, yakni
sebesar 9,73% (25,00% - 15,27%), maka output tersebut diidentifikasi sebagai output
anomali kuantitatif.
e Capaian kinerja terlalu rendah
ondisi ini dapat diidentifikasi apabila gap antara PCRO dengan PPA kurang dari -20%
(PCRO - PPA < -20%) untuk non RO strategis. Khusus untuk RO strategis, anomali
uantitatif diidentifikasi apabila gap antara PCRO dengan PPA kurang dari -5% (PCRO —
PPA <-5%). Contoh:
Anomali pada Non RO strategis
Belanja (dalam miliar) Keluaran
Uraian RO Pagu | Penyerapan | PPA Target RVRO | PCRO GAP
(kum) (kum)
Dokumen tata 20 -
10,3 85 82,52% 5 50,00%
beracara dokumen 32,52%
Pada output di atas, selisih antara PCRO dengan PPA adalah sebesar -32,52% (50,00% -
82,52%) yang menunjukkan capaian kinerjanya jauh lebih rendah dari penyerapan
anggarannya. Gap tersebut tersebut menjadi indikasi adanya anomali kuantitatif dengan
capaian kinerja terlalu rendah.
Anomali pada RO Strategis
Belanja (dalam miliar) Keluaran
Uraian RO Pagu | Penyerapan | PPA Target RVRO | PCRO GAP
(kum) (kum)
Laporan Hasil -
. 20,0 10,0 50,00% | 3 laporan 1 42,00%
Pemeriksaan 8,00%
Pada RO strategis di atas, selisih antara PCRO dengan PPA adalah sebesar -8% (42,0% -
50,0%), atau lebih kecil dari -5%, sehingga diidentifikasi sebagai anomali kuantitatif
dengan capaian kinerja terlalu rendah.
2) Anomali kuantatif lainnya
Selain anomali gap, anomali kuantitatif lainnya yang sering terjadi adalah adanya
etidakselarasan antara PCRO dengan RVRO. Misalnya PCRO telah diisi sebesar 100%,
tapi RVRO-nya diisi O (nol) atau diisi lebih rendah dari target RO. Contoh:
Belanja (dalam miliar) Keluaran
Uraian RO Pagu | Penyerapan | PPA Target RVRO | PCRO GAP
(kum) (kum)
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 17]
Dokumen
100
pembahasan 13 12 92,31% 90 | 100,00% | 7,69%
keputusan
anggaran
Dari contoh di atas, anomali data diidentifikasi karena meskipun gap-nya masih dalam,
namun isian RVRO tidak selaras dengan isian PCRO yang sudah diisi senilai 100%. Isian
PCRO sebesar 100% seharusnya menunjukkan ketercapaian output sesuai targetnya
sebesar 100 keputusan.
b. Anomali keterangan, yakni ketidakselarasan data capaian output yang bersifat anomali
kuantitatif dengan isian keterangan atau penjelasannya. Anomali kuantitatif mungkin saja
terjadi dan menggambarkan kondisi capaian output yang sebenarnya. Namun, RO dengan
anomali kuantitatif harus dapat dijelaskan secara memadai melalui pengisian informasi
dalam kolom isian keterangan. Sehingga output tersebut bisa dinilai benar dalam
pengisiannya (Terkonfirmasi).
HARAP DIPERHATIKAN a .
Output anomali kuantitatif merupakan early warning adanya ketidakwajaran pengisian
data capaian output. Namun, output anomali kuantitatif dapat diterima sebagai data
yang wajar (Terkonfirmasi) sepanjang dapat dijelaskan secara memadai. Untuk data
anomali kuantitatif yang tidak disertai referensi yang sesuai dan/atau keterangan yang
memadai, maka data tersebut bersifat anomali keterangan.
3. Referensi Keterangan
Apabila PPK mengisi data output yang bersifat anomali kuantitatif, maka dalam aplikasi akan
muncul field Referensi Keterangan. Referensi merupakan kelompok keterangan yang sudah
disediakan oleh aplikasi yang dapat berfungsi sebagai keterangan tambahan untuk menjelaskan
output yang bersifat anomali kuantitatif. Referensi digunakan untuk membantu proses validasi
data by system.
Terdapat 9 referensi yang saat ini tersedia dalam aplikasi, yakni:
Kode Referensi Kondisi anomali kuantitatif
Referensi
01 Adanya efisiensi anggaran
Kegiatan sudah dilaksanakan, namun
02 pertanggungjawaban keuangan belum
dilakukan/masih dalam proses Capaian Kinerja Terlalu Tinggi
Alokasi Anggaran terlalu. besar/melebihi
03 kebutuhan
04 Tidak/belum dilakukan revisi penyesuaian target | Capaian Kinerja Terlalu Tinggi
output + Terlalu Rendah
Penilaian Progress Output dilakukan secara
05 periodik. Saat ini belum dilakukan penilaian Capaian Kinerja Terlalu
output. Rendah
06 Adanya Pembayaran Uang Muka Pekerjaan,
sementara pekerjaan belum/baru dilakukan.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 18]
08 Adanya pembayaran untuk tunggakan/tagihan
tahun lalu
07 Output telah tercapai, hanya menunggu finalisasi Anomali kuantitatif Lainnya
laporan/serah terima.
01) Adanya efisiensi anggaran
Efisiensi anggaran menggambarkan tercapainya suatu output dengan jumlah input yang
lebih sedikit. Misalnya, pada akhir tahun, efisiensi dapat ditunjukkan dengan tingkat
penyerapan anggaran yang tidak mencapai 100% dari alokasi pagu DIPA-nya, namun
outputnya tercapai sesuai target RO. Kondisi tersebut dapat menyebabkan data isian capaian
output bersifat anomali kuantitatif, yang menunjukkan capaian kinerja terlalu tinggi. Apabila
Satker memiliki RO dengan anomali kuantitatif karena adanya efisiensi anggaran, maka user
PPK dapat memilih referensi 01 untuk menjelaskan anomali kuantitatif tersebut.
02) Kegiatan sudah dilaksanakan, namun pertanggungjawaban keuangan belum dilakukan/masih
dalam proses
Aktivitas/tahapan mungkin saja sudah dilaksanakan namun pembayaran atau
pertanggungjawaban keuangannya belum dilakukan atau masih dalam proses pembayaran
sampai dengan akhir periode pelaporan output. Hal tersebut memungkinkan terjadinya
kondisi di mana PCRO melebihi PPA karena aktivitas sudah dilaksanakan dan diperhitungkan
sebagai progres dalam mencapai output sementara penyerapan anggarannya belum
tercatat dalam sistem. Apabila Satker memiliki output anomali kuantitatif serupa dengan
kasus tersebut, maka user PPK dapat memilih referensi 02 untuk menjelaskan anomali
tersebut.
03) Alokasi anggaran terlalu besar/melebihi kebutuhan
Pada saat eksekusi anggaran belanja, alokasi anggaran yang ditetapkan dapat terlalu besar
sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan. Salah satu penyebabnya adalah perencanaan
anggaran yang cenderung bersifat top down. Alokasi yang terlalu besar karena tidak sesuai
kebutuhan ataupun tidak dikalkulasi secara matang memungkinkan terjadinya kondisi di
mana PCRO-nya kemudian melebihi PPA karena anggaran yang diserap tidak sebesar yang
dialokasikan.
Contoh, untuk RO berupa “jumlah pameran wisata yang diselenggarakan” dengan target 10
kali (frekuensi), alokasi anggarannya adalah sebesar Rp10 miliar. Pada saat pelaksanaan,
ternyata komponen biayanya tidak sebesar yang diestimasikan sebelumnya, sehingga dari
alokasi sebesar 10 miliar hanya terserap Rp7 miliar, sementara di sisi lain pameran yang
dilaksanakan bisa mencapai target 10 pameran. Untuk kasus yang serupa dengan contoh
tersebut, user PPK dapat memilih referensi 03 untuk menjelaskan anomali data kuantitatif.
04) Penilaian progres output dilakukan secara periodik. Saat ini belum dilakukan penilaian output.
Penilaian capaian output membutuhkan pengumpulan data dan informasi yang memadai.
Proses pengumpulan data dan informasi mungkin baru dapat dilakukan pada periode
tertentu. Sehingga apabila sepanjang periode pengumpulan data tersebut telah terjadi
penyerapan anggaran yang cukup signifikan, sementara output belum selesai dihitung, maka
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 19]
dapat berakibat pada munculnya gap antara PCRO dengan PPA. Dalam kasus ini, PCRO yang
dilaporkan lebih rendah dari progres riilnya maupun PPA-nya karena penilaian output belum
terupdate. User PPK dapat memilih referensi 04 untuk menjelaskan anomali data kuantitatif.
05) Adanya pembayaran uang muka pekerjaan, sementara pekerjaan belum/baru dilakukan.
Pada beberapa Satker, pembayaran uang muka pekerjaan tidak dihitung sebagai progres
pencapaian suatu output. Dalam hal demikian, maka pembayaran uang muka pekerjaan
dapat mengakibatkan gap antara PPA dengan PCRO cukup besar karena telah terjadi
pembayaran namun belum ada pengakuan atas progres outputnya. Untuk kasus tersebut,
maka user PPK dapat memilih referensi OS untuk menjelaskan anomali data kuantitatif.
08) Adanya pembayaran untuk tunggakan/tagihan tahun lalu.
Kegiatan yang belum selesai di tahun sebelumnya dapat dibayarkan di tahun berikutnya
sesuai ketentuan yang berlaku. Pembayaran tunggakan tersebut mengakibatkan terjadinya
kenaikan PPA namun tidak disertai dengan kenaikan progres capaian, karena tidak ada
pengakuan output atas pembayaran tunggakan tahun lalu. Untuk kasus tersebut, maka PPK
dapat memilih referensi 08 untuk menjelaskan anomali data kuantitatif.
07) Output telah tercapai, hanya menunggu finalisasi laporan/serah terima.
Beberapa Satker memiliki pandangan yang berbeda dalam menentukan batasan kapan suatu
output dihitung sebagai output yang utuh atau selesai. Misalnya, output berupa
“gembangunan sarana dan prasarana pasar” terdapat pada Satker A dan Satker B di mana
masing-masing memiliki target output sebanyak 1 pasar. Pada akhir tahun, progres
penyelesaian output tersebut pada Satker A dan B adalah sama, di mana proses
pembangunannya sudah selesai namun belum diserahterimakan kepada pemda.
Atas kasus tersebut, Satker A melaporkan PCRO dan RVRO masing-masing 100% dan 1 unit
pasar, sementara Satker B melaporkan PCRO 100% namun RVRO masih O. Satker A
beranggapan bahwa secara prinsip, sarana pasar telah selesai dibangun sehingga diakui
sebagai output sejumlah 1 unit pasar. Di sisi lain, Satker B beranggapan bahwa kewenangan
pelaksanaannya adalah adalah sampai dengan pasar tersebut siap digunakan oleh
masyarakat. Di sisi lain, proses serah terima lebih ditentukan oleh proses yang dilaksanakan
di pemda, bukan di Satker itu sendiri. Kembali kepada prinsip bahwa metode perhitungan
capaian output merupakan kewenangan masing-masing Satker, maka pengisian data output
pada kedua Satker tersebut dapat diterima, namun khusus untuk Satker B, karena
pengisiannya termasuk pada anomali data kuantitatif lainnya, maka Satker B dapat memilih
referensi 07 untuk menjelaskan anomali kuantitatif tersebut.
99) Lainnya
Referensi yang dikembangkan saat ini masih terbatas dan mungkin saja belum dapat
menangkap semua varian yang dapat menjelaskan anomali kuantitatif. Untuk itu, Satker
dapat memilih untuk menambahkan penjelasan lainnya di luar referensi 01 — 08 yakni
dengan memilih referensi “99) Lainnya”. Setelah memilih referensi 99, maka Satker dapat
menambahkan informasi pada kolom keterangan. Harap diperhatikan bahwa pengisian
keterangan agar tetap memperhatikan ketentuan pengisian keterangan yang memadai.
Contohnya penggunaan referensi 99 yang disertai dengan keterangan yang memadai adalah
sebagai berikut:
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 20]
Pengisian data capaian output bulan April
Belanja (dalam miliar) Keluaran
Uraian Output Pagu | Penyerapan | PPA Target RVRO_ | PCRO GAP
(kum) | (u™)
Layanan Sarana dan 1 -
0,75 0,45 60,00% 0,00 | 33,33%
Prasarana Internal layanan 26,67%
Isian keterangan:
s.d. April, progres layanan mencapai 33,33% (4/12 bulan* 100%) dengan realisasi volume
RO sebesar 0 layanan. gap yg cukup tinggi karena adanya realisasi yang besar untu
peralatan dan mesin, sementara PCRO diihitung progresif sesuai bulan yang dilalui.
4. Kriteria pengisian keterangan yang memadai
Kolom keterangan dapat diisi informasi tambahan yang dapat menjelaskan capaian output
periode tersebut. Data capaian output akan semakin berkualitas apabila dapat diisi dengan
informasi terkait capaian, tahapan aktivitas yang sudah dilaksanakan, permasalahan, tindak
lanjut, metode perhitungan, dan/atau penjelasan lainnya. Isian keterangan bersifat mandatory
dan wajib diisi untuk seluruh data RO.
Terutama dalam proses validasi manual oleh KPPN, isian keterangan menjadi bagian penting
proses validasi, yakni untuk validasi data yang bersifat anomali kuantitatif yang memilih referensi
“99) Lainnya”. Kriteria minimal agar suatu keterangan dapat dinilai memadai adalah:
1) Mencantumkan ulang progres (PCRO) kumulatif dan realisasi (RVRO) kumulatif sesuai isian
data serta periode pengisian.
2) Menyajikan tahapan atau aktivitas yang sudah dilalui.
Agar data anomali kuantitatif dengan referensi “99) Lainnya” dapat diterima kewajarannya
sehingga berstatus “Terkonfirmasi”, maka kedua elemen informasi tersebut harus disajikan
dalam keterangan. Apabila isian data RO tersebut tidak menyajikan kedua elemen di atas, maka
KPPN akan akan meminta Satker untuk melakukan perbaikan data. Satker dapat memantau
status konfirmasi data capaian outputnya melalui aplikasi OMSPAN.
Berikut beberapa contoh pengisian keterangan yang dinilai memadai maupun tidak memadai.
Contoh 1. Keterangan yang memadai
Pada bulan April, Satker A melakukan pengisian data untuk RO berupa Layanan Sarana dan
Prasarana Internal (non RO PN). Satker A mengisi data RO dan dikategorikan sebagai output
anomali kuantitatif karena angka gap yang tinggi. Satker A memilih untuk menambahkan
keterangan secara manual dengan memilih Referensi 99) karena alasan anomali tidak tersedia
di referensi.
Uraian RO Belanja (dalam miliar) Keluaran GAP
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 21]
Pagu | Penyerapan | PPA Target RVRO | PCRO
(kum) (kum)
Layanan Sarana dan 1 -
7,5 45 60,00% 0,00 | 33,33%
Prasarana Internal. layanan 26,67%
Isian keterangan:
s.d. April, PCRO mencapai 33,33% (4/12 bulan* 100%) dengan RVRO sebesar 0 layanan. gap
yg cukup tinggi karena adanya realisasi yang besar untuk peralatan dan mesin (Rp2,5
miliar), sementara PCRO diihitung progresif sesuai bulan yang dilalui.
Identifikasi dalam uraian Komponen keterangan
- s.d. April - Sudah mencantumkan periode yang
- PCRO mencapai 33,3%, RVRO sebesar O sesuai dan menyajikan tahapan
layanan. - Angka PCRO dan RVRO pada keterangan
- gap ye cukup tinggi karena adanya sudah sesuai dengan isian data.
realisasi yang besar untuk peralatan - Menambahkan penjelasan mengenai gap
dan mesin (Rp2,5 miliar) yang tinggi
Pengisian data capaian RO oleh Satker A telah memenuhi elemen keterangan yang memadai,
bahkan menambahkan informasi tambahan yang mampu memperjelas mengapa terjadi anomali
kuantitatif. Oleh karena itu, validasi manual oleh KPPN akan membuat status output tersebut
menjadi Terkonfirmasi.
Contoh 2. Keterangan yang memadai
Pada bulan Oktober, Satker B melakukan pengisian data untuk RO strategis berupa Laporan
Pemantauan Evaluasi dan Kinerja. Satker B mengisi data RO dan dikategorikan sebagai output
anomali kuantitatif karena angka gap kurang dari 5%. Satker B memilih Referensi 99) karena
merasa referensi yang tersedia tidak ada yang sesuai dengan kondisi riil capaian outputnya.
Untuk itu, Satker B menambahkan keterangan sebagaimana berikut:
Belanja (dalam miliar) Keluaran
Uraian RO Pagu | Penyerapan | PPA Target RVRO_ | PCRO GAP
(kum) (kum)
Laporan Pemantauan 1 -
. a 20,5 14,0 68,29% 0 60,00%
Evaluasi dan Kinerja laporan 8,29%
Isian keterangan:
s.d. Oktober, penyusunan laporan sedang dim tahap pembahasan, dengan progres 60%
dan belum ada laporan yang terbit.
Identifikasi dalam uraian Komponen keterangan
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 22]
- s.d. Oktober - Periode sudah sesuai dan menyajikan
- penyusunan laporan sedang dim tahap tahapan
pembahasan, - Angka PCRO dan RVRO pada keterangan- progres 60% dan belum ada laporan sudah sesuai dengan isiannya.
yang terbit.
Pengisian data capaian output oleh Satker B telah memenuhi standar minimal elemen
keterangan yang memadai. Oleh karena itu, validasi manual oleh KPPN akan membuat status
output tersebut menjadi Terkonfirmasi.
Contoh 3. Keterangan tidak memadai — angka dalam keterangan berbeda
Pada bulan November, Satker C melakukan pengisian data untuk RO (non RO strategis) berupa
Dokumen Pembahasan Anggaran. Satker C mengisi data RO dan dikategorikan sebagai output
anomali kuantitatif. Satker C memilih Referensi 99) dan menambahkan keterangan sebagai
berikut:
Belanja (dalam miliar) Keluaran
Uraian RO Pagu | Penyerapan | PPA Target RVRO | PCRO GAP
(kum) | (kum)
Dokumen 115 -
Pembahasan 13,0 12,0 92,30% 70 | 60,86%
keputusan 31,44%
Anggaran
Isian Keterangan:
s.d. Oktober, telah diterbitkan 70 dokumen terkait keputusan dengan progres keseluruhan
68,60%.
Identifikasi dalam uraian Komponen keterangan- s.d. Oktober, - Uraian Periode penilaian dengan periode
- telah diterbitkan 70 dokumen dalam keterangan tidak sesuai.
- Angka PCRO berbeda antara isian dengan
dengan progres output 68,60%.
keterangan.
Pengisian data capaian output oleh Satker C tidak memadai. Oleh karena itu, RO tersebut
statusnya adalah Tidak Terkonfirmasi, dan KPPN akan melakukan konfirmasi ke Satker untuk
perbaikan data.
Contoh 4. Keterangan tidak memadai — elemen keterangan tidak sesuai standar
Pada bulan November, Satker D melakukan pengisian data untuk RO strategis berupa Tenaga
Kerja Industri Kompeten Lulusan Diklat. Satker D mengisi data output dan dikategorikan sebagai
output anomali kuantitatif dan memilih Referensi 99. Tambahan keterangan yang diinput oleh
Satker D sebagai berikut:
Uraian RO Belanja (dalam miliar) Keluaran GAP
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 23]
Pagu | Penyerapan | PPA Target RVRO | PCRO
(kum) (kum)
Tenaga Kerja Industri
2.200 -
Kompeten Lulusan | 13,8 12,0 86,95% 1000 | 80,00%
Diklat orang 6,95%
ikla
Isian Keterangan:
Diklat telah dilaksanakan untuk 1000 orang. Sisanya ditargetkan selesai bulan Desember.
Identifikasi dalam uraian Komponen keterangan
- Diklat telah dilaksanakan untuk 1000 - RVRO dicantumkan ulang dan sesuai,
orang. namun PCRO tidak.
- Sisanya ditargetkan selesai bulan - Sudah mencantumkan tahapan yang
Desember. telah dilalui
- Tidak menyebutkan ulang periode
pengisian data.
Pengisian data capaian RO oleh Satker D tidak memadai karena tidak mencantumkan periode
pengisian data untuk bulan November. Selain itu, dalam komponen keterangan tidak
menyebutkan ulang progresnya. Oleh karena itu, RO tersebut statusnya adalah Tidak
Terkonfirmasi, dan KPPN akan melakukan konfirmasi ke Satker untuk perbaikan data.
5. Validasi pada Aplikasi Sakti —Validasi By System.
Validasi by system pada Aplikasi Sakti ditujukan untuk memberikan peringatan (warning) atas
pengisian data yang dinilai tidak wajar. Peringatan tersebut dapat berupa konfirmasi ulang
maupun penolakan atas data yang diinput. Pada saat user Operator Komitmen melakukan
pengisian data capaian output di aplikasi Sakti, sistem akan memberikan peringatan apabila
terdapat kondisi-kondisi pengisian data yang berpotensi tidak wajar. Peringatan tersebut dapat
berupa penolakan isian data atau peringatan untuk melanjutkan action atau tidak (tabel 2).
Tabel 2. Validasi Pengisian Data pada Aplikasi SAKTI
No | Kondisi Waning box
1 Jika PCRO kumulatif nilainya | Input Ditola100% Warning Box: @
Isian data tidak valid. PCRO tidak boleh melebihi
100%
2 Jika RVRO kumulatif nilainya | Input Ditola
3 kali target RO Warning Box: @
Isian data tidak valid. RVRO tidak boleh melebihi
3 kali Target RO
3 Jika 1x target < RVRO Input diterima
Kumulatif <3x target RO Warning Box: oO
RVRO telah melebihi Target Rincian Output,
apakah anda yakin?
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 24]
4 Jika field KETERANGAN nput Ditolak
kosong (tanpa isian karakter | Warning Box: @
teks atau angka) sian data tidak valid. Kolom Keterangan harus
diisi.
5 Jika GAP >20% untuk RO nput Diterima
Non PN, dan GAP >5% untuk | Warning Box:
RO PN. Gap Progres Kinerja dengan Persentase Realisasi @
erlalu tinggi (Capaian Kinerja Terlalu Tinggi).
Apakah anda yakin dengan isian datanya?
6 Jika GAP <-20% untuk RO nput Diterima
Non PN, dan GAP <-5% Warning Box:
untuk RO PN. Gap Persentase Realisasi dengan Progres Kinerja @
erlalu tinggi (Capaian Kinerja Terlalu Rendah).
Apakah anda yakin dengan isian datanya?
7 Jika terdapat RO yang belum | Input Ditolak
terisi dan user Operator PPK | Warning Box:
Umum melakukan proses Terdapat RO yang belum diisi (Kode Prog/Kode
KIRIM data. Keg/Kode KRO/Kode RO)
8 KIRIM Data Setiap kali user PPK Umum melakukan KIRIM
data, maka akan dilakukan validasi ulang @
(validasi nomor 1-7) untuk seluruh RO.
6. Validasi pada Aplikasi OMSPAN
Proses validasi pada Aplikasi OMSPAN dilakukan dengan dua pendekatan, yakni validasi by
system maupun validasi manual. Proses validasi by system merupakan proses di mana OMSPAN
akan memberikan status data (status konfirmasi) untuk seluruh RO yang telah terposting pada
Aplikasi OMSPAN berupa status “Terkonfirmasi” atau “Tidak Terkonfirmasi”. Logika penentuan
status konfirmasi sebagaimana disajikan pada gambar 6.
Selanjutnya, proses validasi manual, yakni proses yang dilakukan oleh Seksi PDMS/MSKI (KPPN)
dilakukan oleh KPPN untuk RO yang statusnya “Tidak Terkonfirmasi”. KPPN akan mengecek isian
keterangan dan menilai apakah isiannya memadai atau tidak. Apabila isian keterangannya sudah
memadai, maka KPPN dapat melakukan approval atau mengubah status data dari Tidak
Terkonfirmasi menjadi Terkonfirmasi. Namun, apabila isian keterangan belum memadai, maka
KPPN akan melakukan konfirmasi ke Satker dan meminta Satker untuk melakukan perbaikan
data.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 25]
Gambar 6. Validasi By System dan Validasi Manual pada Aplikasi OMSPAN
Kondisi Capaian Output ‘iimeni
(Anomali Kuantitatif)
01) Adanya efisiensi anggaran
02) Kegiatan sudah ditaksanakan, namun
pertangeungjawaban keuangan belum dilakukan/masih
dalam proses
03) Alokasi Anggaran terlalu besar/melebihi kebutuhan
04) Tidak/belum dilakukan revisi penyesuaian target
output
Be eer
or ear mur
Cee] 05) Penilaian Progress Output dilakukan secara periodik.
ery} Saat ini belum dilakukan penilaian output.
PPA +9)
06) Adanya Pembayaran Usng Muka Pekerjaan,
sementara pekerjaan belum/baru dilakukan.
08) Adanya pembayaran untuk tagihan/tunggakan tahun
fal
07) Output telah tercapai, hanya menunggu finalisasi
laporan/serah terima.
*) Validasi khusus untuk untuk RO
Prioritas Nasional 99) Lainnya
Vill. PETUNJUK PENGISIAN DATA CAPAIAN OUTPUT SATKER K/L— APLIKASI SAKTI
1. Login
Masuk dengan user Operator Komitmen.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian
[Teks OCR Halaman 26]
- Tampilan Menu Realisasi Kinerja Satker
Parameter Data:
Untuk memilih periode, Program/Kegiatan/KRO/RO.
Informasi data kumulatif:
menampilkan informasi mengenai target, satuan, RVRO,
dan capaian PCRO dan RVRO kumulatif untuk RO yang
Sarang/inen KP
BW Pencatatan Penerimaan
Borangy/asa Vales
B Pencsiaian Supper
B Pescararan Kontak
1B Percataran BAST
B Pencararan BASTIBS
IB Peocetaran BAST Now
Kontraizuat Kwan
LS/Dekumen Yang Dipernamakan
1B Pencatatan BAST Hibah 8/15
input FA Data (16 Seger)
BR Pencatatan Penerinaan
Bacang/lase UP Tuna
h Peoceratan Penereeann
Barang/losa Hibah
Be Pencatatan Jaminan Aihir
Thon
B Adssendue Bank Garena 3A
B Interkoneies! BAST Now
Wansitoris BLU
me Cota .
FP SAKE | 55015 sp z0enprasso curr
Tombol Action
Pilih menu RUH > Realisasi Kinerja Satker
Layar akan menampilkan tabel dengan penjelasan sebagai berikut:
1) Parameter data: menampilkan parameter Periode, Program, Kegiatan, KRO, dan RO.
User dapat memilih parameter tertentu untuk menampilkan data RO pada Grid Data.
2) Informasi Data Kumulatif: menampilkan informasi mengenai target, satuan, RVRO,
dan capaian PCRO dan RVRO kumulatif untuk RO yang dipilih.
3) Form Input Data: menampilkan field data yang digunakan untuk merekam
penambahan RVRO, penambahan PCRO, bukti dokumen, Referensi, dan Keterangan.
4) Grid Data: Menampilkan data kumulatif terkait belanja (Pagu dan Realisasi), dan
capaian output (target, Satuan, PCRO, RVRO, GAP,
5) Tombol Action: menampilkan tombol untuk merekam, menyimpan, mengubah,
menghitung otomatis, dan mengirim data capaian output, serta mencetak laporan
kinerja.- Memilih parameter dan RO yang akan direkam
a. Klik Periode, lalu pilin bulan yang akan direkam datanya. Pengisian/perekaman data
agar dilakukan secara berurutan mulai dari bulan pertama.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 27]
b. Klik tombol Program, lalu pilih program yang tersedia.
c. Klik tombol Kegiatan, lalu pilin kegiatan yang tersedia.
d. Klik tombol Klasifikasi Rincian Output, kemudian pilih KRO.
e. Klik tombol Rincian Output, kemudian pilin RO yang akan direkam datanya.
f. Untuk memilih Rincian Output yang hendak direkam datanya, operator dapat juga
langsung memilih data RO yang terdapat pada grid data setelah memilih Periode.
Hitung Data Otomatis
Fitur HITUNG OTOMATIS hanya dapat digunakan untuk RO Dukman dengan target 1
Layanan.
1) Tekan Tombol HITUNG OTOMATIS.
2) Tekan Tombol YA.
Isian data pada RO Dukman dengan target 1 Layanan akan otomatis terisi.
5. Mengisi/merekam data capaian output
1) Setelah memilih RO, klik tombol Tambah Realisasi.
23)
Aplikasi SAKTI Tahun 2022
[Teks OCR Halaman 28]
me ruH
IR Pencatatan Penerimaan
Baan)
TB Reatisasi tines satner 5 | sis 24 nr cute?
2) Lakukan pengisian data pada field:
e Penambahan Realisasi Volume RO, diisi tambahan capaian riil yang diperoleh pada
bulan berkenaan.
e Penambahan Progres Capaian RO, diisi tambahan progres aktivitas (persentase) yang
diperoleh pada bulan berkenaan.
e Bukti dokumen, diisi dengan nama atau uraian dokumen yang menjadi dasar
penambahan Realisasi Volume RO dan Progres Capaian RO pada bulan berkenaan.
e Referensi Capaian, dipilin apabila terdapat kondisi anomali kuantitatif pada saat
melakukan pengisian data. Tombol Referensi Capaian bersifat mandatory/atau harus
dipilih apabila terdapat kondisi anomali kuantitatif.
3) Setelah melakukan pengisian data, tekan tombol Simpan.
Apabila pengisian data berhasil, maka kolom Ref Capaian (Grid Data) akan terisi dengan
angka (misalnya terisi 00,01,99, dll.).
Untuk mengisi data RO lainnya, tekan tombol Refresh RO dan pilih data pada Grid Data, atau
dengan memilih ulang parameter RO. User juga dapat mengubah isian data yang telah
disimpan sebelumnya dengan menggunakan tombol UBAH REALISASI.
6. Mengirim data
1) Operator PPK Umum dapat mengirim data setelah seluruh RO telah diisi dengan menekan
tombol KIRIM.
2) Akan muncul notifikasi konfirmasi pengiriman data. Tekan tombol YA untuk melanjutkan
proses.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 29]
3) Data akan dikirim dan siap untuk diposting ke Aplikasi OMSPAN.
slo — PENTING!!!
- = Perekaman dan Pengiriman data hanya dapat dilakukan sepanjang
periode pelaporan bulan berkenaan masih dibuka. Operator Komitmen
agar memperhatikan ketentuan dan periode input data capaian output
dan jadwal buka sistem pelaporan.
IX. | MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKAS| OMSPAN — LEVEL SATKER
Untuk mengakses Modul Konfirmasi Capaian Output, login dengan user masing-masing dan
masuk ke Aplikasi Monev PA, OMSPAN.
1. Monitoring Kiriman Data - History pengiriman data
a. Untuk melihat history pengiriman data, pilih menu Konfirmasi Capaian Output > Monitoring
Kiriman Data Sakti
[iy Monevea
@-
© Konfirmasi Capsian Output
ita paring kemenkeu ga idFspanineistest/ap iCapstanCutout/cet k.
b. lsikan parameter periode
25
Aplikasi SAKTI Tahun 2022
[Teks OCR Halaman 30]
c. Layar akan menampilkan tabel sebagai berikut.
Daftar Kiriman Data Sakti & ¥
eer barre
To: GEE GxuanITuD @ a eo_ a O. 2
-U.,-- -.,-- -“- == x. <
NO, SATKER NAMA SATKER 1 PERIODE TANGGAL Kini SAXTY CREATION DATE koma KE, 1 jomunoata FE xentasxena D
1 1
1430171 SISTEM PERBENOAHARAAN DAN ANGGARAN NEGARA i 23-MAR 2022 16:02:95 > 4 3 Kertasxege U
2 430171 SISTEM FEREENOAHABAAN DAN ANGGAFANNEGARA gt 23-MAR-2022 18:58:32 A | 3 Meruas Kena
Se ee a ee ae
Keterangan:
1) PERIODE: periode/bulan yang dipilih
2) TANGGAL KIRIM SAKTI: Tanggal pengiriman data capaian output dari Aplikasi Sakti.
3) CREATION DATE: Tanggal posting data capaian output pada Aplikasi OMSPAN.
4) KIRIM KE-: Frekuensi pengiriman data pada periode yang dipilih
5) JUMLAH DATA: Jumlah baris data (RO) yang dilaporkan dari Aplikasi Sakti
6) KERTAS KERJA: Tombol untuk menuju ke menu Kertas Kerja KCO
2. Kertas Kerja KCO
a. Untuk melihat status pengiriman data capaian output pada menu Kertas Kerja KCO, pilih
menu Konfirmasi Capaian Output > Kertas Kerja KCO. Menu tersebut juga dapat diakses dari
Menu Monitoring Kiriman Data > Kertas Kerja.
[iy Moneven wx
Q Cari Menu
@ Beranda
@ indikator Pelaksanaan Ang...
@ > Perbancingan Dengan IkPA..
@ konfirmasi Cepaian Output Konflemasi Capalan Output
Monitoring xinman Data © Kertas Karja ico
Sakti
Monitoring inkonsistensi © Aggreges) RO Sextoral
RO
b. Layar akan menampilkan tabel sebagaimana berikut:
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 31]
Rekap Kertas Kerja Capaian Output x] 6 v
rv aE
(@-,----@--~---> ,-- @ 0+)
DwA 1 jum KONFIRMAS! CAPAIAN OUTPUT removed
scone oe Baest ‘ ‘sitca._1| Revise § izarcan ana waa
wo: | SS | rere | Meee NAMASATKER REVS g OUTPUT = alent J 2798 furor,
tee oipa Premonrmuast 9, TK, yUMMat 1 OATA
I ' i 1
= ic oh cy,
1 Kil 019. --01508.439171 0 3 00.004 of 22.0: 60233 hoes
' ; !
I I ' ¢ I
I 1 \ af
~- oom eee eee 4 —-<--- -—— =!
Total s vi f 3 Too
Keterangan:
1) JUMLAH OUTPUT DIPA: jumlah RO pada DIPA Satker yang wajib dilaporkan di OMSPAN.
2) KONFIRMASI CAPAIAN OUTPUT: jumlah RO yang telah dilaporkan dan divalidasi pada
OMSPAN, yang terbagi menjadi jumlah RO yang a) Terkonfirmasi, b) Tidak Terkonfirmasi,
dan c) total yang sudah dilaporkan.
3) % DATA MASUK/UPLOAD: persentase jumlah RO yang sudah dilaporkan dibandingkan
dengan jumlah RO yang wajib dilaporkan.
4) TERAKHIR KIRIM DATA: tanggal pengiriman data terakhir dari aplikasi Sakti
5) ACTION: tombol untuk masuk ke Detil Kertas Kerja Konfirmasi.
6) PERIODE UPLOAD DATA: menunjukkan informasi mengenai apakah periode upload
reguler sedang dibuka (Open) atau ditutup (Closed).
3. Detil Kertas Kerja Konfirmasi
a. Untuk melihat detil data capaian output sesuai isian data pada Aplikasi Sakti, pilih kolom
Detail pada menu Kertas Kerja Konfirmasi.
b. Layar akan menampilkan tabel sebagaimana berikut:
Detail Kertas Kerja Capaian RO
Keterangan:
1) BELANJA (DATA OMSPAN): menunjukkan angka a) pagu DIPA, b) Realisasi Anggaran, dan
c) % (Persentase Realisasi Anggaran).
- Pagu DIPA bersumber dari OMSPAN.
- Realisasi level RO bersumber dari Sakti.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 32]
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
- Persentase Realisasi Anggaran merupakan realisasi kumulatif bulan berkenaan dibagi
Pagu DIPA
KELUARAN (DATA SAKTI) RENCANA, SATUAN, PCRO, RVRO, GAP, KODE KET: Target dan
Satuan menunjukkan target output dan satuannya sesuai DIPA, RVRO menunjukkan
capaian keluaran non kumulatif dan kumulatif, PCRO menunjukkan progres capaian non
kumulatif dan kumulatif, GAP menunjukkan selisih antara PCRO dengan persentase
penyerapan anggaran (PPA) di level RO, Kode Ket menunjukkan opsi keterangan yang
dipilih di SAS dalam hal pengisiannya berupa output anomali kuantitatif.
- PCRO dan RVRO bulan ini, menunjukkan penambahan capaian PCRO dan RVRO bulan
berkenaan saja
- PCRO dan RVRO s.d. bulan ini, menunjukkan capaian PCRO dan RVRO sampai dengan
bulan berkenaan.
PN: menunjukkan identifikasi apakah output tersebut merupakan RO PN atau non RO PN.
KETERANGAN: menunjukkan isian keterangan dari SAS atas RO tertentu.
TERKONFIRMASI: menunjukkan status data RO hasil peninjauan by system dan/atau
manual oleh KPPN.
CATATAN: menyajikan catatan dari KPPN atas hasil verifikasi data capaian output.
TANGGAL REKAM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam perekaman data capaian output
dari aplikasi SAKTI.
TANGGAL KIRIM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam data capaian output dikirim dari
Aplikasi Sakti.
ACTION: tombol untuk melihat history catatan dari KPPN atas isian data capaian output.
X. | MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKASI OMSPAN — LEVEL ESELON |
1. Kertas Kerja KCO
a. Untuk melihat status pengiriman data capaian output Satker lingkup Eselon | pada menu
Kertas Kerja KCO, pilih menu Konfirmasi Capaian Output > Kertas Kerja KCO.
b. Pilih periode dan/atau Satker, kemudian tekan tombol Kirim
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 33]
Rekap Kertas Kerja Capai
ecaeiniores acca ane meerjatan
_
_
HABUS ISIAN
c. Layar akan menampilkan data sebagaimana berikut:
Rekap Kertas Kerja Capaian Output B 5 Puree
Tee GD
aso 00% 8088)
so) | SS | eet ee vas hoc fata
Koy ORECTSOROISTTZ KANTOR BELAYANAN DEREENOANARAAN of
WESARA ARARTAYI 1
1) GE AROB.ABST7)SUETEM PERMENCAMARAAN DAN ANGGARAN 1 3
2m) os tetas | ron onan rroman op ow
NEGARA RAR
<a iRaTEe | tironeeAAnan esaouuny i:
NEGARA KHSUS PENERMAAN 1
5 Mt 1 TSOROTSTT7 _ KANTOR PELAVANAN PERBENDANARAAN 24 %
NEGARA KHUSUS DNVESTASL
¢ cia mwomonevenamomammmomn | 0 Vy
wep A l
Tota 467
Keterangan:
1) JUMLAH OUTPUT DIPA: jumlah RO pada DIPA Satker yang wajib dilaporkan di OMSPAN.
2) KONFIRMASI CAPAIAN OUTPUT: jumlah RO yang telah dilaporkan dan divalidasi pada
OMSPAN, yang terbagi menjadi jumlah RO yang a) Terkonfirmasi, b) Tidak Terkonfirmasi,
dan c) total yang sudah dilaporkan.
3) % DATA MASUK/UPLOAD: persentase jumlah RO yang sudah dilaporkan dibandingkan
dengan jumlah RO yang wajib dilaporkan.
4) TERAKHIR KIRIM DATA: tanggal pengiriman data terakhir dari aplikasi Sakti
5) ACTION: tombol untuk masuk ke Detil Kertas Kerja Konfirmasi.
2. Detil Kertas Kerja Konfirmasi
a. Untuk melihat detil data capaian output sesuai isian data pada Aplikasi Sakti, pilih kolom
Detail pada menu Kertas Kerja Konfirmasi.
b. Layar akan menampilkan tabel sebagaimana berikut:
Detail Kertas Kerja Capaian RO
ye IID CIE
SArHtR —-NAMASATECE AEST PERICOE HERAT KORO URAAN RO
acu
80
«
aay) ssTeu O16OR 1TH ERADOY Nanmamcangaaap 84860000 anon 71.00
PERBESDAMARAAN :
aN ANGGARAN :
‘
comm sere Ores 1 aS BANE ajaran = tno sg7 m0 eer 0m 8
PERBENOAMARAAN Penantone |
DAN ANGGARAN :
be ‘
‘
‘
43071 SISTEM onsos 1 APRS FABOOZ Sane Apitecas! 1 74,596.408,.000, opc00 $9.00
PERERNDAMAHAAN on :
‘
Keterangan:
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 34]
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
BELANJA (DATA OMSPAN): menunjukkan angka a) pagu DIPA, b) Realisasi Anggaran, dan
c) % (Persentase Realisasi Anggaran).
- Pagu DIPA bersumber dari OMSPAN.
- Realisasi level RO bersumber dari Sakti.
- Persentase Realisasi Anggaran merupakan realisasi kumulatif bulan berkenaan dibagi
Pagu DIPA
KELUARAN (DATA SAKTI) RENCANA, SATUAN, PCRO, RVRO, GAP, KODE KET: Target dan
Satuan menunjukkan target output dan satuannya sesuai DIPA, RVRO menunjukkan
capaian keluaran non kumulatif dan kumulatif, PCRO menunjukkan progres capaian non
kumulatif dan kumulatif, GAP menunjukkan selisih antara PCRO dengan persentase
penyerapan anggaran (PPA) di level RO, Kode Ket menunjukkan opsi keterangan yang
dipilih di SAS dalam hal pengisiannya berupa output anomali kuantitatif.
- PCRO dan RVRO bulan ini, menunjukkan penambahan capaian PCRO dan RVRO bulan
berkenaan saja
- PCRO dan RVRO s.d. bulan ini, menunjukkan capaian PCRO dan RVRO sampai dengan
bulan berkenaan.
PN: menunjukkan identifikasi apakah output tersebut merupakan RO PN atau non RO PN.
KETERANGAN: menunjukkan isian keterangan dari SAS atas RO tertentu.
TERKONFIRMASI: menunjukkan status data RO hasil peninjauan by system dan/atau
manual oleh KPPN.
CATATAN: menyajikan catatan dari KPPN atas hasil verifikasi data capaian output.
TANGGAL REKAM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam perekaman data capaian output
dari aplikasi SAKTI.
TANGGAL KIRIM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam data capaian output dikirim dari
Aplikasi Sakti.
ACTION: tombol untuk melihat history catatan dari KPPN atas isian data capaian output.
XI. | MONITORING DATA CAPAIAN OUTPUT APLIKASI OMSPAN — LEVEL K/L
1. Kertas Kerja KCO
a. Untuk melihat status pengiriman data capaian output Satker lingkup K/L pada menu Kertas
Kerja KCO, pilih menu Konfirmasi Capaian Output > Kertas Kerja KCO.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 35]
oO
. Pilih periode dan/atau Satker, kemudian tekan tombol Kirim
nn
c. Layar akan menampilkan data sebagaimana berikut:
Rekap Kertas Kerja Capaian Output L) 65 Yv
tO ery -- O-,
woara
Sh yal REVsiKe
TterownaMas meee
mo | worn show esau atm TERAKHIRKIRIM DATA p acton FF,
oak we
a a
EE ime fib Bi Bins ad a
Nee ewe ete
Keterangan:
1) JUMLAH OUTPUT DIPA: jumlah RO pada DIPA Satker yang wajib dilaporkan di OMSPAN.
2) KONFIRMASI CAPAIAN OUTPUT: jumlah RO yang telah dilaporkan dan divalidasi pada
OMSPAN, yang terbagi menjadi jumlah RO yang a) Terkonfirmasi, b) Tidak Terkonfirmasi,
dan c) total yang sudah dilaporkan.
3) % DATA MASUK/UPLOAD: persentase jumlah RO yang sudah dilaporkan dibandingkan
dengan jumlah RO yang wajib dilaporkan.
4) TERAKHIR KIRIM DATA: tanggal pengiriman data terakhir dari aplikasi Sakti
5) ACTION: tombol untuk masuk ke Detil Kertas Kerja Konfirmasi.
2. Detil Kertas Kerja Konfirmasi
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 36]
a. Untuk melihat detil data capaian output sesuai isian data pada Aplikasi Sakti, pilih kolom
Detail pada menu Kertas Kerja Konfirmasi.
b. Layar akan menampilkan tabel sebagaimana berikut:
Detail Kertas Kerja Capaian RO B uf
Keterangan:
1) BELANJA (DATA OMSPAN): menunjukkan angka a) pagu DIPA, b) Realisasi Anggaran, dan
c) % (Persentase Realisasi Anggaran).
- Pagu DIPA bersumber dari OMSPAN.
- Realisasi level RO bersumber dari Sakti.
- Persentase Realisasi Anggaran merupakan realisasi kumulatif bulan berkenaan dibagi
Pagu DIPA
2) KELUARAN (DATA SAKTI) RENCANA, SATUAN, PCRO, RVRO, GAP, KODE KET: Target dan
Satuan menunjukkan target output dan satuannya sesuai DIPA, RVRO menunjukkan
capaian keluaran non kumulatif dan kumulatif, PCRO menunjukkan progres capaian non
kumulatif dan kumulatif, GAP menunjukkan selisih antara PCRO dengan persentase
penyerapan anggaran (PPA) di level RO, Kode Ket menunjukkan opsi keterangan yang
dipilin di SAS dalam hal pengisiannya berupa output anomali kuantitatif.
- PCRO dan RVRO bulan ini, menunjukkan penambahan capaian PCRO dan RVRO bulan
berkenaan saja
- PCRO dan RVRO s.d. bulan ini, menunjukkan capaian PCRO dan RVRO sampai dengan
bulan berkenaan.
3) PN: menunjukkan identifikasi apakah output tersebut merupakan RO PN atau non RO PN.
4) KETERANGAN: menunjukkan isian keterangan dari SAS atas RO tertentu.
5) TERKONFIRMASI: menunjukkan status data RO hasil peninjauan by system dan/atau
manual oleh KPPN.
6) CATATAN: menyajikan catatan dari KPPN atas hasil verifikasi data capaian output.
7) TANGGAL REKAM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam perekaman data capaian output
dari aplikasi SAKTI.
8) TANGGAL KIRIM DI SAKTI: menyajikan tanggal dan jam data capaian output dikirim dari
Aplikasi Sakti.
9) ACTION: tombol untuk melihat history catatan dari KPPN atas isian data capaian output.
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 37]
Se uleh ao nel140[-o Manel ley Ul) A Melemel-leleL tee Mela} Let]
“jenpyjes}UOY JefIS4aq yep!] BueA UeueAe| UeLIaquad UeyednJawW eAUINAINO »I}S1Ua} Jee} ESBUIYaS ‘ISesadosaq
ueungqejad Suefuedas sniauaw sna} eseoas uexaqip UeueAE] eUeW IP ‘||P “IseyxlUNWOy ‘UeJeAejad |sesiAeu ‘Ueveseluad ‘yenW
Jesu0q ueuede| ueLaquad ednjag sued eAujily Indjno suefunuaW eySUeJ Wejep INGassaj Wa}! UEP UB@UOdWOY ‘UNWeN ‘(‘||p ‘aseulesp
ueinjes ueunsuequad ‘jeuoisesado seyisey UeuNsUequuad jesilu) jen}ye4]UOy eAUje}Is SUA Wa}! UEP UBUOdWOY Ieseqiaq jedepsa}
ingasia} OY Weep Ip emyeq UeyIeYJadip NjJadg ‘(UeUeAeT :Ja8Je] UENJeS) JNe] UeYNGe|ad seyjisej OY eAUjesI| ‘JenpyesJUOy UCN (q
“ueyeuesyelip yepns sued ueelsayad ulway/uedeyey
uexJesepiag Inyelp yedep (OYDd) eAujndjno saus0ud ‘Jen}yeJ]UOy eyedaS UeYeUeSeIID BueA (YUM :Jasue] UeNJes) UeJequaL
ueunsuequiad OY ANIUN eAUjesI) ‘YeIUWaWad esef/SueJeq Ueepesuad |eUuasUaW UeNUa}a, UeSUaP JeNsas UeyeURSye|ID Sued
‘ese[/Sueseq ueepesuad sasojd ueynjawaw eAuueeuesyejad wejep eueWIP eSIjay YeYld UeyJeqIjalW BueA UejelSay Nye, jenpyesuoy (e
“Jen}e1]UOy UOU Neje jeN}\eJ]UOY esedas UBYeUeSeIIP VIG We|ep
OY Be} ledeouaw weyjep yeyede Isipuoy UexeSepiaq UeYNIUSUP JU! HISapesey “JeENPJesJUOy UON Neje jenpesJUOY :UdLUJWOY yNJUIagG = (Z
“euekewey WejeJpuas uesejased uep ‘\Jasau Weep Isynpoud uesawed “(SQg) Yejoyas JeuOIsesadO UeNjUeg
ueuede| ‘(qzdS) eueq uesedUag Yea JeINS UeUeAR| ‘(AJ|S) |ONWaSUayy UlzZ| JeINS UeUeAR] :YOIUOD ‘UeeUdxJAq ISUe\SUI ep ISBUN,
uep segnj uesuap jexJa] IsueysU! Njens yep UeUeAe| Njens ep pninm UeyednJjaw Sued uejelsay Jndyno nye ‘isejnsai uou esef (7)
‘aqua UeINJeJad UeP ‘UapISad
uesnjnday ‘uapisaig UeINJeJag ‘YeJUaWad UeINJeJad ‘BuePU-BUePUN :YOUOD “‘UeNUAa}ay UeP INpasoJd ‘Jepueys ‘eWsOU edniaq
yedeq ‘IsesyOulg Iseujsiuluipe BunNyxnNpuad neje ueInjesad ueJenquad ey8ueJ Weep UeyISeUIP SueA yndjno nyed ‘isejnsau esel (T)
:seje Lipsey sued ‘esefedniaqinding (q
‘|n38un Iped yluaq uep Isey!|de Wes8oid :YyoUOD ‘uesuel edniag yep, 8ueA pninmiag yep!y
undnew pninmiag eq Sueseq Ueyedniaw BueA UeVeISay (3NdjNO) UeJeNjay NYeA UNp\Nsysesyul-UOU BUeJe (JNdyjnNo) UeJeN|ay (Z)
‘Isesi4| uesulel uep ‘ueunsueg ‘UeJequaT ‘Uejel :yoUOD ‘UuesUef ednsaq neje /uep pninmiagq Sueseq edniag ‘Inpynsysesjul Sueseq (T)
‘seye lipsja} Sued ‘Sueseq ednuaq jnding (e
inyed ‘yodwojay enp wejep iseqip yedep vdiq weep jndjno siuar ‘esef
neje Bueseq edniaq Jayx1eS YajO UeHISeYIp BueA Il jNdjno Yyeyede uexesepsaq UeXNIUAIIP JU! AIWSa}Jesey “esef neje Bueseg :jndynO siuer (T
“eAuynunyas lesajas nejye deyeyaq uejeejuewad edniag ‘uejeejuewad snjejs (€) Uep ‘Jen}ye1]UOy UOU Neje jen}ye1]UOY edniagq
‘UdWIIWOY ANIUAaq (Z) ‘esef neye Sueseq edniaq ‘jndyno siual (T) ule) eveyUe OY Ueleded UeINyNSuUad apojeW UeYNJUaUaW y}NIUN eUuNnsJaq Jedep
Buek OY AIISWapesey edevagag ‘OY Bulsew-Bulsew ep sIUSIG SasOJd Neje yxI}S|Ja}e1ey} Eped Bunjuessaq JeSues ueye OY Ueleded UeINYNBUad
yndyno ueledes eyeq UeINyNBUad apo :T XO
[Teks OCR Halaman 38]
Pom lalehlalo nell 101-9 R-PL-@p-]0l les Fle \Me Lome Belen MOLAR RSIUD Tae
suedeye| UON apoJeW UeBUAD JNYNIpP Jedep 38ueA OY YOIUOD
OUYDd “‘deyeyag :uejeejuewiad snjeqs ¢
“yenyyesjUOy UOU Neye JeNp\e4}UOY :UdWYWOY ANJU|ag Z
(ueueAe}) esef ednsaq eAUWNWY) :3NdjNOC sluar ‘T
:yIISa}eJe} UESUaP OY YNJUN UexYeUNsIP
ueueAe} T yedep uedeye| UON apoja\ ‘uNYe} SuefUedas deja} SuNsJapuad eAUJeeJUeW UeIeEdWeAUad
sued OY \NJUN UeYeUNSIP Inqassa} apoyayy ‘uejelyaq UNYe} eped Ja]sawas/Ue|NMII/Ue|NG
OUAY deijas 8uejniag eAujeejuew Ueledweduad BueA OY \NJUN UeYeUNSIP UedeYe| UON poy
uedeye| UON apo (T
“NAVI H1]SU9}}eIey |yI[WAW OY ejiqgede jnqassa} ueyeyapuad enp ep njes yejes uesuap UeyNyeIIp Jedep
OY UeINyNBuUag ‘UuedeYye| apoyay\ (Z Uep ‘UedeYye| UON apoya|\ (T !UxeA ‘CY Ueleded UeINyNBUAad Wejep apoJaW enp Jedepsay ‘NWN e1edaS
eAUYNIN|as
- 0s - - - - - - - - - - yun og lesajas <7 yWsapesey
- OL Ot - OT - OT - - OT - - yun 0S deyeriag :T yasapesey
seq AON YO das s3y ing un Bw ady JEW qe4 uer yosie| uejeejuewdg snjeis
eAuynunas lesajas sh deyeyag ueyeejuewiad SN}e3S :|aqe |
“snBijeyjas esedas ueyJeejUeWIP Uep Ueepesuad Jayed njes Wejep UeYNyeIIP sejaqnau Ueepesuad ejiqede eAujey ule] ‘eAUUe|NG
Sulsew-Sulsew Ip (jelssed) deyeqiaq exvedas inyelp OYAY essulyas ‘eSia yeyId yYajo deyeyaq euedas UeyelUIa]YeJasip neje ueyepeip
ynqassa} sejaqnaw Ueepesuad ‘(ulejaqnaw jun) YUN Qs Ja@d1e] UeBUAp jeUJayU| EUeJeSeJg UEUeAL] “VOY Jedepsay eAUjesi| “INdjno nyens
uejeejuewad eed eueWIeseq Ue xJeSepJag UeYNUAIIP JU! YI9SIVa}YJesey ‘eAUYNINIJas lesajas NSBunua/| Neze deyejiog ‘uejeejueWag sNjeys (€
[Teks OCR Halaman 39]
Pom lalehlalo nell 101-9 R-PL-@p-]0l les Fle \Me Lome Belen MOLAR RSIUD Tae
OuDd
:yasuapesey UesUdapP OY \NJUN UeyeUuNsIp yedep uedeye| apojay|
“eAU-OY 198se} URSUAP ISeqIP OYAY UexJesepsag SUNIUIP OYDd Cuew Ip |eUdISIOdOud je}ISuaq
esiq eEAU-ONAY UP OYDd UeNyYeSuUad eye ‘eAUUe|NG deljas Jesajas UexJempelip eAUUeIOde| deijas eUeW
Ip ‘uesode| ZT Jesse} UesUap OY eAUlesIW| ‘|eUo!ssOdojd yeyIssaq yedep eBnf Uedeye! apoja\ ‘ule| ISIS 1G OUAY
“Isesijeuly (7 Uep ‘Ueseyequiag
OYDd (€ ‘Weiq ueunsnhuad (Z ‘eep Ue|NdwiNBuUag (T :!uxeA UeINInNJaq BueA seYAye ~ Ue NJedIp ‘UeOde|
T edniag jndjno jedesuaw wejep ‘eAujesi ‘(UeING T ep Yiga|) Buefued BueA sasoud UeyYNInquiewW
uevode} 1 eAu-Oy yeejuew Uejedweduad uep UeYNJUaquad BUeA OY YNIUN UeYeUNsIp eAULUNLUN UedeYe! apojay/\
uesode| z ‘(ue|ng T Wep ulga}) Suefued neye yesuauawW eys8uel Uep (UeING T Wejep) yapuad
eysuel apolued Wejep ueyxjJeejuewIp Uep lesajas jedep esel/Sueseg ‘eAUYNUadas Jesajas Yye|a} INGassa}
OUAY ese[/Sueseq jees eped inyeip eAujeejuew ueledweAuad SueA OY \NJUN UeYeUNSIP Uedeye| apoja/|
uesode| €
uedeye| apoyo (Z
“uejng deijas eAu oyequuas Wesis01g UeNjUeG UexJINJesIp SueA Sueso Yejwn{ sesaqas
Oud neye yenuer uejng ip 8uesO ejnf G9 Jesaqas Inyelp Bunssue] OYAY :OYAY UeINYNsUdg
‘(2T/T)
%EE’B Jesaqas 0}0/ Od esedas BuNWYIP yedep eAUUe|Ng dell OYDd esB8ulyas uejng deljas
ueyeuesyejIp Oyequias Wes8ol1g UeINjeAUad seqAIpye WUNWUN e1e99S :OYDd UeINYNSUdg ow
:1nyI4aq leSeqas yejepe eAU-OCYAY UEP OYDd UeINYNBuUad UNdepy “essenjay einf 6’9 \n\UN
oyequas Wes8o1g UeJeAequuad ynJUN UeXNINyIp INGassa] OY Weep UeyIseyo/eIp 3ueA efUe|aq
OYAY emyeq ueyejeyxip yedep ‘es8uiyas ‘eAuuejng deijas oyequias Wes801g UeNjUeG eWIIaUaW
Bue 3ues0 yejwn{ uexIsejuasasdaiaw ,esuenjay,, uenjes uesuap OY JOSe} “INGasia1 OY eped
eguenjay ein! 69
“(eBuenjay eqn 69 ase) | YeAeTIM ULYSII| APJe4J UEUEBUCUA, JEJOPJaJIIG Eped ONeQWaS UeBUEd JeISOS UeNjUeg YajoJadway\ SueA Wid) OU
[Teks OCR Halaman 40]
Pom lalehlalo nell 101-9 R-PL-@p-]0l les Fle \Me Lome Belen MOLAR RSIUD Tae
Odd “Sunynpuad NSd ueP ‘Jaga UeepeSuag ‘uNsns
aunt yewiny ueunsuequag ‘uesueduey/ulesaq ned ‘deye} ~ wejep ueyeuesyeip yun Sulsew
wnz -Sulsew ueellayad ‘ueyeJa]Yyelasip uep uNSueip lesajas yeja} uNsNs Yen yun jees eped
wne INnyJelp OYAY “emsiseyew/iemesad/uasop eweijse jeseqas ueyeunsip BueA unsns yewny
edniagq siyye yndjno uesuap |B88ul] UeyxIpiIpudag ewWeIsy UNSNS YeWNy UeUNBUeqUIad OY
(UA € :JaBe|) IS8ul] UeYIpIpPU|ag eWeIsy UNSNS YeWNY OY
OwAY suedeye| apojaw UeBuUap INyNIp Jedep BueA INyNIYse4JU| JOPJaS eped OY Yo UOD
“eAuynunyias lesajas Jassie] NSSunuaw neje deyeyiag :uejyeejuewad snjyeis “€
“uedeyez
apojaw uesuap inynip eynw Suen neje/uep ulwa} ueyeunssuaw eAuUeIeAequad 8ueA yndjno Ynunjas ‘jeny\e1]UOy :UaWWOY \NJUag *Z
“‘Sueseq edniaq eAuWNWA ‘eses/Sueseg :jNdjno siuar ‘T
[Teks OCR Halaman 41]
Pom lalehlalo nell 101-9 R-PL-@p-]0l les Fle \Me Lome Belen MOLAR RSIUD Tae
:1Ny\l4aq leseqas uey!lesnip Jedep jnqasia} deye} p wejep uenjueq UeINjeAuad Ises|jeas |NPAYS Yaqo}\O UEP “NF
“dy ‘wenuer uejng ip deye 7 wejep uexJnjesip Sued yeejueww eUlauad essenjay einf OT epeday uenjueg UeInjeAuad ednijaq sejze Ip Indino
000'000'0t 200'000°0T 000'000'0T 000°000'0T 000'000'0T 000'000°OT 000'000'0T 000°000'0T 000'000'0T 000°000'0T 000°000'0T 000'000'0T (winy) OWAY
- - 00‘00T - - 00'sZ - - 00‘0s - - 00'sz (ny) (%) OWDd
Wun> UON
- - - a : - - - - = - 000°000°0T (
OUAY
(00T»¢/T) (00T¢/T) (00T»b/T) (00T»t/T)
- - v doyo) - - € doyol - - Z doyo, - - T doyoy (winy uoN)
P Fi , ; (%) Od
- - 00‘SZ - - 00‘SZ - - 00'SZ - - 00'SZ
20d AON yo das sny In¢ unr Aew idy Jey! qa4 uer efyauly uelein
Wd» 000'000'0T Ja81e} UeSUAP JeJeASJag JeISOS UeNjUeg Jedepua/\ BURA eBJeN|ay OY ‘Z
OuDd
“ejeysaq ueeseyljawad |e, T ‘ulyns ueeveyljawad |jey ¢:g B3unpay oO
“ulynd ueeseyljawuad yey € :y BuNpag =O
:nylWaq ledeqas ueloul UesuUap ‘ejeyxJaq UeeseUljawad
wn T
wun Zz
ueyelsay ey T uep uljns ueeseyljawied uejzeisay Wey g yedepsja} ueye UexISyaAOUdIP ‘UNYejas
wejeq ‘ueeseuljawad uejelsay edniaq seyAlpye siseq uesUapP INYNID OYDd :ONDd UeINNBUdqg os
:1NylWaq leseqas yejepe eAU-QYAY UEP OYDd UeINYNB8Uad UNdepy ‘ejexJaq uNdnew Ulyns eyedas UeYNyeIIP BUNpas Ueeveyljawad
‘eAuuejempeluad Isis eq “esel jejisiaq 8ueA Ueefiayad ay yI]Uap! UeeJeY!|awad UeelYayad esB8ulYas ‘jeI]do esed—as IssuNjuaq Jedep epe BueA
sunpas vege ueyninyip 8unpas ueeseyljawag ‘eseuljadip sued Sunpas ye|tunf uexisejuasaidauaw ,1WuUP,, Uenjes UeBUAP JaBJe} ‘INGassa] OY eped
(yun Z j@BueL) SuNpay UeeJeYljawWad OY ‘T
“eqyep ueisiSuad uesefemay disulid-disuid ueyxijeysaduaw uesuap 7/y Jayxjes eped ueydejazip yejay 3ueA UeSUNTYJad apo}ew
ueryjJesepsjaq ydd Wep uelejiuad ueyednsaw eAUuYNuadas jndjno ueleded UeSUNUUad dd JOIeIAdO/Ndd YajO UeYeUNSIp sniey Bued uelsisuad
Jepuejys ueyedniaw ueyng uep |sesjsnjl leseqas eAuey yemeq Ip uexifesip BueA Indjno ueledeo ejJep ueweyasad uep UeBUNIYed YOJUOD
yndjno uelede> ueweryasag Uep UeBUNYJad YOIUOD :7 XOG
[Teks OCR Halaman 42]
Se uleh lao Mela1401-o Rani ley Ul) Rel eMel-sleleL ate Melati alm
- - 00‘0z - 00‘0€ - 00‘0€ - 00'0z - - - T 1dSN
2eq AON ~po das sny In¢ unr Kew idy Jey qa4 uer efyauly ueleuq,
:4nyl4aq leseqas yejepe eAuueledeouad uep seqAlyye UeeUeSYeIad |Npays ere]UdWAS
°%OZ SEMAIPJe JOGOg UeSUApP Uede}aUad e
'%OE SEUAIYe JOGOG UeSUAaP dasuOy IsesI|eull e
!'%0€ SEUAIe JOGog UesUap dasuoy UeUNSNAUAad e
'%0Z SEUAI\e JOGOg UeSUapP Ueseyequied e
‘lueA OYDd
uesunjused Jesep ledeqas elas ueynyeIIp uexe Sued seqAiqye/uedeye} UMOpyYeasquiaw YeIA} ydd ‘INGaSJA} OY {NIUN sausoJd snynsuew Wejeg
SN € edniag Jesse] UeBUAP (ydSN) ela1Uy/INpasoid/JepuelsS/eWJON edniaq OY ‘€
“ueynyelIp lesajas yeja} eAUUedeye} Uep
ueinjeAuad ynunjas emyeg uexxnfunualW QOO'000'0T JeSeqas ONAY UeSUAP %OO‘OOT Jesaqas 4Ie/NWUNy OYDd ‘J9GOI4O apolad epeg ‘ewes
sued uelsisuad disulid euewleseqas Q dejal OYAY UEP %O0'SZ Jesaqas OYDd UeISIBUdd ‘Wdy eInf 9’6 epeday ueryINesIp ‘YaqoyyO UeING ‘y
‘edijay deye ueinjeAuad uesuap ledwes
Wd yejwin{ 1S8unsay we|y UexednsaW 0OO'0D0'OT BASU “000'000'0T !e}!Waq deyay ynejnUNy QUAY !eI!U eBBulyas o tejluas de1e1 QUAY
uep %00‘SZ Jesagas OUDdd uelsIBuag ‘IINf UeING Ip eWJaUAad eJep UesIYyVeINWAd eAUepe eUAaJey iq eIN! B’6 epeday UeyNIesSIp ‘INF UeINg “¢
000°000'0T 4esaqas
p yeja} eAuUN|agas eualey Q lejluas OYAY UEP %OO‘SZ Jesaqas OYDd uUeIsISUag “Juez lensas jqy eINf OT epeday ueyJnyesip ‘dy ueing °Z
%00'S7Z
nueq eAu-QYdd euaJey lesajas unjaq YyisewW eAUUeINjeAUed UNWeu “Vig Weep jase] UeSuap lensas ueyx!ledwesiaq yeja} esel/sueseq emyeq
ueynfunuaw INGassai ONAY UEP OYDd !e|!U IseuIquOY T deye} uenjueg eLUaUa Ye]a} |IIU euedas BueA Wy Ye|wnlas neje QO0'000'OT
Jesaqas Inyelp 3unssue| yedep OYAY UeP %OO'GZ Jesaqas OYDd uelsISuad eyxeY| "JaSse} 1ensas Wiqy en! OT epeday ueyJNJesip ‘Wenuer uejng “T
[Teks OCR Halaman 43]
Se uleh lao Mela1401-o Rani ley Ul) Rel eMel-sleleL ate Melati alm
essulyas ‘uejng deijas eluay esq say1eS YNinjas epeday uexledwesia}/euesye|J9} Inqasia} UeUeAR] ‘JesNjJeU eJedaS “ey esJILU JayxJeS epeday
ueylaqip Bue ‘Iseqjnsuoy Uep ‘IsiAJadns ‘UesUIquig UeUeAe] SeJAIYe Welep [Sequa}] UeSUeN|y UeE|OJaSUaq UESUAP JeHxJa] JayxIJeS ISENPF OY
osz osz osz osz osz osz osz osz osz osz osz osz (win) OWAY
00‘00T 29'T6 €e'e8 00'SZ 29°99 €€'8S oo'os 29'lv ee’ee 00'sz 29°91 €€'8 (ny) (%) OWDd
Wn>| UON
- ' > 2 . ji c ji - - - osz aa ae
(00TxZT/T) (OOT+ZT/T) (OOTZT/T) (OOT+ZT/T) (OOT2T/T) (OOT+ZT/T) (OOT+ZT/T) (OOTZT/T) (OOT+ZT/T) (OOTZT/T) (OOT2ZT/T) (OOT2ZT/T) (winy uon)
cee €€'8 €e'8 £8 ee’ ee’ €€'8 e€'8 c€'8 €€'8 ces €e'8 (%) O&Dd
22q AON ~po das sny Ine une Kew ddy Jew qe4 uer efyauly ueleun
dayyes OSZ edniag jaBse} UeSUap UeSUeNay UeE|O|aSUag UEBUAP WeyxJa] JayJes Iseynpy edniaq OY ‘7
‘ueydeyaiip yeja} BueA y4SN T epe yeja} euasey Jaqo}O Ue|Ng eped InyeIp Ijey ewead
OYAY ‘NY ereJUaWAaS ‘CYDd Depeysa} IsnqijUOy PyIWaW YSN Sulsew-Bulsew ynjun ueyeuesyeyip Bued seyaipye deijas ‘seye |p youoo eped
€ z T - - - - - - - - - (winy) OWAY
y ve'es L9°9L 00‘02 00‘09 - 00’or ve'eZ veel 199 - - (wun) (%)
o0'0T ueSungqed OUdd
I T T - - - - - - - - - (winy UON) ONAN
199 L9°9T 19°9 00‘OT oo‘oz - L9°9T 00‘OT 29°9 19'9 . . (winy UON) (%)
=¢/oo'oz + =£/00'0S =€/00'02 ~=—-=€/00'0E ~~ =€/00'09 =€/oo'0s-=€/00'0e += =€/00'02 += =€/00‘0z ueBunges OYdd
dasuoy dasuoy ueseyequiad uedeye
uedewued —isesieuy, - - ueunsnAuad - alae - - . . . HEL
00'0z 00‘0€ = = 00‘0€ . 00'0z . ° = = = € NdSN
dasuoy dasuoy
_ uedejoued - Fay - - - Sea - ueseyequiad - - uedeyel
- 00'0z - 00‘0€ - - - 00‘0€ : 0002 - - 7 dSN
dasuoy dasuoy
. S uedejouad S eee - ueunenkued - ueseyequiad uedeye|
[Teks OCR Halaman 44]
Se uleh lao Melt1401-o Ra -Lan-l ley Ul) A MelseMel-sleleL ate Melati RSTO aly
“eAuelsay edILU Jax1eS YNINjas epeday |seyjnsuoy Uep/IsiAJadns/uesuiquuig UeUeAe| Ueyx!eduueAUaW
yejay sayyes euazey Wenuer Ue|Nq yelas waxes OSZ JeSaqas INyeIP Ye|aI OYAY ‘NU eseJUaLWaS “0}70/ Od siseq UBBUAP eAU-QYDd BuNUYsUawW dd
[Teks OCR Halaman 45]
XII. | CONTOH SURAT PERMOHONAN DISPENSASI & PERSETUJUAN
1. PERMOHONAN DISPENSASI BUKA PERIODE TAMBAHAN
KOP SURAT
Nomor: tanggal/bulan/tahun
Sifat
Hal : Permohonan Buka Periode Tambahan Upload Data Capaian Output
Yth. Kepala KPPN (Nama KPPN)
Sehubungan dengan kewajiban pelaporan data capaian output Satker .............. periode
bulan ........ , tahun ........ dimohon bantuannya untuk dapat membuka periode pelaporan
tambahan pada tanggal (tanggal/bulan/tahun) sampai dengan (tanggal/bulan/tahun).
Permohonan ini kami ajukan dalam rangka perbaikan data capaian output sehingga data
yang kami laporkan ke aplikasi OMSPAN valid.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih.
NIP. veces csnsneseenenes
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —
[Teks OCR Halaman 46]
- PERSETUJUAN BUKA PERIODE TAMBAHAN
KOP SURAT
Nomor: tanggal/bulan/tahun
Sifat
Hal — : Pemberian Buka Periode Tambahan Upload Data Capaian Output
Yth. Kepala (Nama Satker)
Sehubungan dengan surat Saudara NOMOP: .eececeseseeeseseeeer eee tanggal
(tanggal/bulan/tahun) Nal ....ceeecececceceeeeeee , dengan ini diberikan tambahan waktu unggah data
Capaian output periode (bulan pelaporan) mulai tanggal (tanggal/bulan/tahun) sampai dengan
tanggal (tanggal/bulan/tahun). Satker agar segera melakukan perekaman/unggah data capaian
output pada periode yang telah ditentukan.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih.
NIP. ...
Tembusan:
1) Direktur Pelaksanaan Anggaran, Ditjen Perbendaharaan;
2) Kepala Kanwil DJPb Provinsi (Kanwil DJPb yang membawahi KPPN).
Juknis Pengisian, Pelaporan, dan Monitoing Data Capaian Output —